Rangkuman sebagian besar materi Quranic Enlightenment

  1. Allah MEMERINTAHKAN kita pada saat kita berdoa kepadaNya, hendaknya tidak hanya MEMINTA keinginan-keinginan akhirat saja, karena Ia pun menginginkan kita MEMINTA dunia kepadaNya.

Sesungguhnya Allah Swt berfirman: “Hai hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan DiriKu berbuat zalim (menganiaya), maka janganlah kamu SALING MENZALIMI.

Hai hambaKu, kamu semua sesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk, MAKA HENDAKLAH KAMU MEMINTA PETUNJUK KEPADAKU, PASTI AKU AKAN MEMBERI PETUNJUK.

Hai hambaKu, kamu semuanya LAPAR, kecuali YANG TELAH AKU BERI MAKAN, maka HENDAKLAH KAMU MINTA MAKAN KEPADAKU, pasti Aku memberi makan kepadamu.

Hai hambaKu, kamu semua telanjang, kecuali YANG TELAH AKU BERI PAKAIAN, maka hendaklah kamu MEMINTA PAKAIAN  padaKu, PASTI AKU MEMBERI PAKAIAN KEPADAMU.

Hai hambaKu, sesungguhnya KAMU MELAKUKAN KESALAHAN DI WAKTU SIANG DAN MALAM, DAN AKU MENGAMPUNI DOSA-DOSA ITU SEMUANYA, MAKA MINTALAH AMPUN PADAKU, PASTI AKU MENGAMPUNI KAMU.

Hai hambaKu, sesungguhnya kamu tidak dapat MEMBINASAKAN AKU, DAN KAMU TIDAK DAPAT MEMBERIKAN MANFAAT PADAKU.

Hai hambaKu, kalau orang-orang terdahulu dan orang-orang yang terakhir diantaramu, manusia dan jin semuanya bertakwa dengan setakwa-takwanya seseorang diantaramu, ITU TIDAK MENAMBAH KERAJAANKU SEDIKITPUN.

Hai hambaKu, kalau orang-orang terdahulu dan orang-orang yang terakhir diantaramu, manusia dan jin semuanya berbuat jahat dengan sejahat-jahatnya seseorang diantaramu, ITU TIDAK MENGURANGI KERAJAANKU SEDIKITPUN.

Hai hambaKu, kalau orang-orang terdahulu dan orang-orang yang terakhir diantaramu, MEREKA BERADA DI BUMI YANG SATU, MAKA MEREKA MEMINTA KEPADAKU, MAKA AKU MEMBERIKAN TIAP-TIAP ORANG PERMINTAANYA, TIDAKLAH ITU MENGURANGI DARIPADA YANG ADA PADAKU, KECUALI SEBAGAIMANA SEBATANG JARUM APABILA DIMASUKKAN KE LAUT.

Hai hambaKu, sesungguhnya itu semua adalah amal perbuatanmu. Aku catat bagimu sekalin, kemudian Aku membalasnya. Maka barangsiapa yang mendapat kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah, dan barangsiapa mendapatkan selain daripada itu, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (dalam riwayat Muslim)

2. Kesempitan itu selalu berkesudahan dengan kesuksesan

Jagalah kenangan ingatanmu kepada Allah, pasti kamu mendapatiNya di hadapanmu.

Hendaklah kamu mengenal Allah di waktu lapang (senang), pasti Allah akan mengenalmu di waktu susah.

Ketahuilah bahwa apa yang harus meleset terhadapmu, tidak akan mengenaimu. Dan apa yang harus mengenaimu, tidak akan meleset darimu.

Dan ketahuilah sesungguhnya kemenangan ada beserta kesabaran, dan sesungguhnya kesenangan ada beserta kesusahan dan kesulitan itu ada bersama dengan kemudiahan.

  1. Ucapan syukur Alhamdulillaah itu memenuhi ruangan antara langit dan bumi

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Kebersihan itu sebagian dari iman.

(UCAPAN DZIKIR) ALHAMDULILLAH MEMENUHI (MEMBERATKAN) MIZAN (TIMBANGAN AMAL).

(UCAPAN DZIKIR) SUBHAANALLAH WALHAMDULILLAH, KEDUANYA MEMENUHI RUANG YANG DIANTARA LANGIT DAN BUMI.

Dan Shalat itu adalah cahaya.

Sedekah adalah  Burhan (penjelas).

Sabar itu adalah sinar.

Dan Al Quran adalah Hujjah (bukti/ alasan) yang akan membelamu atau menantangmu.

Setiap manusia adalah bekerja, maka ada yang menjual dirinya dengan bekerja yang berat-berat untuk menyelamatkannya atau mencelakakannya. (dalam riwayat Muslim)

Begitu Berartinya Hidup Kita Saat Bersamanya(Al-Qur’an dan Sunnah)

Segala puji bagi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala,dzat yang telah menurunkan kitabullah(Al-Qur’an Al-Karim) kepada hamba-Nya.Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam,keluarga dan para sahabatnya.
Al-Qur’an itu adalah “Bacaan sempurna”,maka sebagai seorang mu’min kita patut bangga dan berbahagia karena dapat hidup bersamanya,baik dengan menghafal,membaca,mendengarkan atau merenungkannya.
“Katakanlah seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Qur’an ini,maka tidak akan berhasil menyusun semacamnya,walaupun mereka bekerja sama”[QS.Al-Israa'(17):88]

Di tengah jalan perjuangan untuk meraih ridho-Nya,mungkin sering kita temui kerikil tajam ataupun batu sandungan,namun Robb yang Maha Suci telah menyediakan Al-Qur’an sebagai buku panduan dan sumber solusi paling tepat untuk mengatasinya.
“Dan Alloh telah menurunkan Al-Kitab dan Al-Hikmah kepadamu,apa yang belum kamu ketahui.Dan karunia Alloh atasmu adalah sangat besar”[QS.An-Nisaa'(4):13]

Sudah menjadi sunnatulloh,bahwa kehidupan manusia selalu dihiasi kebahagiaan dan kesedihan,kelapangan dan kesempitan,dan semacamnya.Ya..!dua hal berbeda yang bersebelahan sebagai bukti keadilan dan kasih sayang-Nya.begitulah seni kehidupan,yang keindahannya hanya dapat dipandang dan dirasakan dengan kaca mata ‘iman,islam dan ihsan’.

Ketika seorang mu’min lalai menjaga ‘kebersihan’ maka dia harus bersiap untuk kedatangan ‘penyakit’,namun tidaklah Alloh menciptakan suatu penyakit melainkan Dia sediakan pula obatnya.
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”[QS.Al-Israa'(17):82].

Mungkin suatu ketika kita pernah menangis karena disakiti hamba-Nya,atau mungkin air yang jatuh dari kelopak mata kita terjadi karena membaca buku,menonton televisi,atau mendengarkan musik,yang kesemuanya itu hanya memanjakan pesimisme.Maka kita harus berfikir lagi dan belajar dari para ulama salaf pendahulu kita,bagaimana mereka menumpahkan air mata.
“Ketika mendengarkan Al-Qur’an,air mata mereka mengalir.Kulit mereka gemetar sebagaimana yang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala puji tentang sifat mereka”[HR.Bayhaqi dari Asma’ dari ‘Urwah bin Zubair].
Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh yang Maha Pemurah kepada mereka,maka mereka menyungkur dan bersujud sambil menangis”[QS.Mariyam(19):58].

Agama itu adalah nasihat,
“Bagi Alloh,kitab-Nya,Rosul-Nya,para pemimpin kaum muslimin dan bagi kaum muslimin pada umumnya”[HR.Muslim dari Abi Ruqayah Tamim bin aus Ad-Darimi]

Marilah kita bersama-sama mengingat sumpah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ashr,
“Demi masa,sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh,dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran'[QS.103:1-3].

Firman Alloh dalam sebuah hadits qudsi,
“Wahai hamba-Ku kamu semua tersesat,kecuali yang kuberi petunjuk.oleh karena itu mintalah petunjuk kepada-Ku.niscaya Aku memberikannya kepadamu”[HR.Muslim]

Alloh tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia,dan tidaklah pula Dia menciptakan sesuatu melainkan dalam keadaan tawazun(seimbang).

Begitu besar ni’mat iman dan islam yang telah dianugrahkan-Nya,begitu berartinya hidup kita saat bersamanya(Al-Qur’an),bersama kalam-kalam indah dari Robb yang Maha Suci.dan mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Rosul-Nya(As-Sunnah).

Hasbunalloh wani’mal wakiil ni’mal mawla wani’mannashiir

Bersyukur bukan kelemahan, keputus-asaan, atau jalan buntu

Segala Puji bagi Allah, karena Dia adalah Tuhan Semesta Alam.

Betapa bahagianya hati kami bahwa tulisan-tulisan kami mendapatkan respon, baik itu KRITIK maupun RESPON-RESPON YANG BAIK.

Tidak terkecuali, posting rutin kami Senin kemarin (22/03), “Saat keputus-asaan semakin menghebat, ucapkan “Hamdalah” .”

Kami pun menyadari bahwa media ini adalah “Quranic Enlightenment”, sebuah media yang mencoba untuk membawakan pencerahan-pencerahan dari Al Quran, tapi dimana Al Quran-nya dari posting-posting terakhir kami?

Kami hanya mencoba membisikkan kepada seluruh pembaca Quranic Enlightenment dengan tulisan-tulisan itu agar “jangan berputus-asa”, karena:

Ya’qub mengajari anak-anaknya:

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan JANGAN KAMU BERPUTUS ASA dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan KAUM YANG KAFIR.” (Yusuf:87)

Allah pun Mengumumkan:

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az Zumar:53)

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka BERPUTUS ASA dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (Asy Syuura:28)

Saat Nabi Ibrahim merasa mustahil memiliki anak karena ia semakin tua dan belum dikaruniai keturunan, Malaikat berkata:

“Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang BERPUTUS ASA.”(Al Hijr:55)

Lalu Ibrahim berkata:

“Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang BERPUTUS ASA dari rahmat Tuhan-nya, kecuali ORANG-ORANG YANG SESAT.”.” (Al Hijr:56)

Perintah untuk jangan BERPUTUS-ASA yang kami gaungkan lagi akhir-akhir ini bukanlah perintah-perintah kami. Tapi itu adalah perintah-perintah yang telah turun melewati lapisan tujuh langit. Semua itu berasal dari Sisi Tuhan kita Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Lalu tentang SYUKUR saat terkena musibah, apakah itu ada dalam Literatur Ulama?

Tulisan yang membahas tentang SYUKUR yang terdokumentasi dengan baik, dan akhir-akhir ini menjadi sumber inspirasi masyarakat besar dunia adalah buku yang dicetak tahun 1910, “The Science of Getting Rich.” Sebuah pengetahuan yang DISEMBUNYIKAN SELAMA BERABAD-ABAD, dan tidak boleh ada yang mengetahuinya kecuali segolongan kecil dari sekelompok masyarakat. Itulah yang saat ini dikenal sebagai “The Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik)” dan “The Law of Gratitude (Hukum Bersyukur)”.

“Hanya” dengan ber-SYUKUR dan berterima kasih, orang bisa mendapatkan segala apa yang mereka inginkan. Pada Chapter 7 dari buku “The Science of Getting Rich” ada “Bab Gratitude” (terima kasih/ perasaan syukur):

“The Law of Gratitude is the natural principel that ACTION and REACTION are ALWAYS EQUAL, and in opposite directions.”

(Hukum Perasaan Syukur adalah sebuah prinsip alami bahwa Aksi dan Reaksi akan selalu SAMA, dalam arah yang berlawanan).

“Many people who order their lives rightly in all other ways are kept in poverty by their lack of gratitude. having received one gift from God, they cut the wires wich connect them with Him by failing to make acknowledgement.”

(Banyak orang yang menginginkan kebaikan dalam segala hal dalam kehidupannya, mereka tetap MISKIN, dikarenakan kurangnya RASA SYUKUR. SETELAH MEREKA MENERIMA ANUGERAH DARI TUHAN, mereka memotong tali/ kawat/ kabel yang menghubungkan mereka dengan Dia, dengan kegagalan mereka membuat pengakuan (SYUKUR) bahwa semua itu berasal dari Dia.)

Rhonda Byrne yang terinspirasi dengan dengan buku ini kemudian menulis buku “The Secret”. Dan dia menulis dalam Sub Bab “Proses Penuh Daya dari Perasaan Syukur”:

“SYUKUR adalah jalan yang mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup Anda.”

“Apapun yang kita PIKIRKAN DAN SYUKURI, kita akan MENDAPATKANNYA LAGI.”

“MUSTAHIL mendatangkan lebih banyak hal ke dalam hidup Anda, jika Anda Tidak merasa bersyukur dengan apa yang sudah anda miliki.”

“BERSYUKUR SETIAP HARI adalah SALAH SATU SYARAT untuk MENDATANGKAN KEKAYAAN.”

Erbe Sentanu dan Para Pejuang Ikhlas, setiap hari mereka terus melatih MENGUNGKAPKAN Rasa Syukur pada apapun kondisi mereka. Dan syukur mereka habis-habisan. Kondisi yang buruk, sakit, melarat. penuh kekecewaan, mereka syukuri semuanya. Mereka bilang:

“Cobalah pahami, semua sudah Kehendak Allah, syukuri Kehendak-Nya, berterimakasih atas kejadian yang Anda anggap ‘tidak baik’. Saya jamin, justru akan semakin membaik kehidupan Anda jika malah disyukuri.”

Dr. Ahmad Faridh menulis “Tazkiyat An Nufus”, yang menghimpun tulisan dan pendapat Imam Ibnu Rajab Al Hambali, Al Hafidz Ibnul Qayyim Al Jauziyyah, dan Imam Ghazali, pada Bab 12; SYUKUR, beliau menulis:

“Allah menjadikan tambahan NIKMAT bergantung kepada SYUKUR. Dan tambahan tersebut tidak ada habisnya. Sebagaimana berSYUKUR juga tidak ada putusnya.”

“Dan ketika Iblis musuh Allah, mengetahui bahwa SYUKUR adalah sikap yang paling utama, MAKA IA BERUPAYA KERAS MENGHALANGI MANUSIA AGAR TIDAK BERSYUKUR.”

“SYUKUR itu melanggengkan nikmat, bahkan menambahnya.”

Ummu Salamah itu wanita yang beruntung, ia memiliki suami yang sangat baik akhlaknya dan menyayanginya. Lalu suaminya itu meninggal dunia. Dia pun mengharap kepada Allah ganti yang lebih baik, tapi mungkinkah orang itu ada?

Datanglah kepadanya seorang laki-laki ingin menikahinya. Tapi benarkah laki-laki itu mengungguli kebaikan suaminya?

Ternyata tidak ada yang bisa mengungguli kebaikan laki-laki ini. Karena dia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu waktu Ummu salamah bertanya kepada Nabi, setelah ia menjadi istri beliau:

“Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki, lalu dia meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”

“Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, siapa diantara mereka yang AKHLAKNYA paling bagus.”

Lalu Ummu Salamah berkata: “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya LELAKI inilah (Muhammad) yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku  di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya (kelak di surga).”

Dan tahukah kita, Ummu Salamah adalah orang yang suka sekali BERSYUKUR.

Saat keputus-asaan semakin menghebat, ucapkan “Hamdalah”

Segala pujian bagi Allah, Senin ini kami bisa berbagi lagi dengan teman-teman di Quranic Enlightenment. Kami berdoa semoga Anda senantiasa dilimpahi kebahagiaan dari Sisi Allah, yang memenuhi seluruh penjuru hati Anda.

Dari awal pertemuan kita, bahasan kita berputar pada “Bagaimana mendapatkan apa yang kita inginkan dengan meminta kepada Allah.” Cara-cara itu sudah kami sampaikan. Dan Anda kami yakin sudah mencobanya.

Tapi mungkin ada yang bertanya, “Mengapa aku belum berhasil? Mengapa aku semakin berputus-asa? Apakah Allah tidak mendengar doa-doaku?”

Mungkin Anda sudah menghitung, sudah 300-an malam Anda bangun tertatih-tatih pada sepertiga akhir malam, mengangkat kedua tangan Anda meminta dengan merendahkan diri kepada Allah, tapi mengapa apa yang Anda minta belum juga diberi?

Mungkin Anda juga sudah menghitung, semua kekayaan Anda sudah habis Anda sedekahkan semuanya untuk MENARIK PERTOLONGAN ALLAH agar ia segera turun pada masalah yang sedang Anda hadapi. Tapi mengapa seolah pertolongan itu belum juga datang?

Semua kebaikan sudah Anda lakukan dalam waktu yang lama, tapi mengapa Rahmat Allah belum hadir diantara permasalahan-permasalahan Anda? Dan mungkin kesabaran yang ada di hati Anda sekarang, adalah kesabaran terakhir, dari kesabaran-kesabaran yang anda miliki. Andai kesabaran itu masih ada lagi, saya pun yakin, Anda pasti akan menggunakan kesabaran itu untuk kembali bertahan.

Jika keputus-asaan semakin menghebat, dan belum ada tanda-tanda bahwa pertolongan akan datang, maka tinggal satu-satunya cara yang bisa kita lakukan: MEMASRAHKAN SEGALA URUSAN KEPADA ALLAH, SAMBIL TERUS MENERUS MENSYUKURI KESEMPITAN HIDUP YANG SEDANG ANDA ALAMI.

Saat hati anda masih sesak dengan apa yang terjadi, atau saat masih belum percaya dengan apa yang telah terjadi, SYUKURI semuanya!!!

Hadirkan semua kepahitan, musibah, ujian, keputus-asaan, ketidakberdayaan, tanpa harapan, tanpa daya Anda, lalu ucapkanlah kepada Tuhanmu Yang Maha Penyayang:

“Untuk semua hal ini yaa Allah, terimalah syukur kami.” Lalu ucapkanlah hamdalah…

Orang biasa beryukur dengan anugerah, karunia  dan nikmat, DAN KITA AKAN MELAKUKAN YANG LEBIH ISTIMEWA DARI ITU:

“Anugerah maupun musibah, AKAN KITA SYUKURI!!!”

Karena kedua hal itu tidak ada bedanya lagi. Kedua-duanya datang dari Sisi Allah Yang Maha Pengasih lagi Yang Maha penyayang.

Ucapkanlah “Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin” berulang-ulang atas musibah yang sedang Anda alami. Syukuri.

Atau yang lebih dahsyat lagi, ungkapkan syukur itu dengan shalat-shalat 2 rakaat.

Bangunlah dan katakanlah kepada Allah, “Ya Allah, terimalah dua rakaat ini sebagai ungkapan SYUKUR dan TERIMA KASIHKU atas MUSIBAH yang hamba alami ini.” Kerjakan sampai selesai.

Jika masih ingin terus bersyukur, bangun lagi. Kerjakan lagi 2 rakaat. Dan terus kerjakan shalat-shalat itu sampai kedua kaki kita tidak mampu lagi untuk menopang tubuh kita.

Saat kita sudah tidak bisa lagi bangun untuk berdiri menghadap Allah, sampaikan kepada Allah,

“Andai kaki-kaki ini masih bisa menopang tubuh kami yaa Rabb, kami ingin terus BERSYUKUR kepadaMu dengan shalat-shalat 2 rakaat, untuk musibah-musibah ini…tapi kaki-kaki ini mulai kelelahan… dan Engkaulah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.”

Munasharah (aksi damai kepedulian) Palestina di Purwokerto Hari Ahad 21 Maret Jam 13.00


Kami, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menyaksikan perkembangan
yang sangat menyedihkan atas arogansi Zionis Israel terhadap masjid
al-Aqsha. Dalam beberapa hari terakhir ini Zionis Israel dengan sengaja
secara terus menerus dan semakin berani melakukan penodaan terhadap Masjid
Suci Al Aqsha, kiblat pertama umat Islam.

Puncak penodaan itu mereka tunjukkan beberapa hari sebelum peresmian
sinagoge Al Kharaab yang terletak tidak jauh dari Masjid Al-Aqsha. Mereka
menutup sejumlah sekolah Islam yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa.
Disamping itu mereka juga menyerbu beberapa rumah di sekitarnya dan mengusir
jamaah shalat yang sedang beri’tikaf dan menutup semua pintu akses ke Masjid
Al-Aqsha.

Menyikapi arogansi tentara Israel tersebut, kaum muslimin di Palestina
terutama yang tinggal di wilayah yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsha
tidak berpangku tangan. Mereka melakukan berbagai upaya untuk mencegah
tindakan semena-mena tentara Israel terhadap masjid suci Al-Aqsha. Para
pemuda, remaja bahkan orangtua laki-laki maupun perempuan bahu-membahu untuk
menghentikan dan memprotes arogansi Zionis Israel. Meski peralawan
saudara-saudara kita ini harus ditebus puluhan orang yang dijebloskan ke
dalam penjara dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka.

Atas kelancangan dan kedzaliman Zionis Israel ini, Komite Nasional untuk
Rakyat Palestina (KNRP) menyatakan resolusi sebagai berikut:

1. Mengutuk dan mengecam keputusan pihak Zionis Israel yang terus-menerus
melakukan penodaan terhadap Masjid Al-Aqsha.
2. Menolak makar dan usaha jahat Zionis yang berusaha meruntuhkan Masjid
Al-Aqsha dan mendirikan Solomon Temple di atasnya.
3. Menolak keputusan zionis Israel yang terus mengusir warga al-Quds dan
merampas tanah-tanah umat Islam.
4. Meminta Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen Luar Negeri dan
Departemen Agama, untuk segera mengirim nota keberatan kepada pihak-pihak
yang berwenang untuk menghentikan ulah jahat Zionis Israel ini.
5. Mendesak Pemerintah RI untuk memainkan peran politik dan lobi
internasional di tingkat dunia melalui Dewan Keamanan PBB,di tingkat
regional melalui ASEAN, dan di dunia Islam melalui Organisasi Konfrensi
Islam (OKI), untuk segera mengadakan sidang darurat membahas dan mengutuk
kekejaman Zionis Israel ini.
6. Menyerukan kepada Umat Islam Indonesia untuk melakukan berbagai aksi
protes menentang kebijakan Zionis Israel yang telah mengotori dan
menginjak-injak tempat suci umat Islam berupa masjid di Palestina, dan
menghimpun dana untuk memperbaiki masjid-masjid yang telah dirusak Zionis
Israel itu.

Demikian resolusi kami, Allahu Akbar wa lillahilhamd

Jakarta, 17 Maret 2010

Ketua Umum KNRP

Suripto, SH

Hari Ahad 21 Maret Jam 13 Munasharah (aksi damai kepedulian) Palestina di Purwokerto..SILAHKAN BAGI YANG MAU BERGABUNG…

Anak Kita Suatu Hari

Hermawan Prasojo 18 Maret jam 6:22 Reply

Saat saya, istri, dan anak saya yang baru berusia dua tahun bermain, tiba-tiba muncul pertanyaan ‘iseng’ dari saya kepada istri “Bunda, nanti waktu anak kita menikah seperti apa ya?”. Istri saya hanya tersenyum. Akan tetapi tiba-tiba seperti ada yang menghentak saya. Bukan tentang masalah anak menikah, akan tetapi sebuah kesadaran bahwa anak kita berubah setiap hari. Ia bertambah besar, bertambah pengetahuannya, dan suatu hari ia menjadi seseorang, bahkan menjadi seseorang yang usianya seperti kita saat ini. Seperti apakah ia saat itu, saat sudah dewasa itu?

Saya jadi teringat, nasehat ‘Ali bin Abi Thalib yang dikutip oleh M. Faudhil Adhim dalam salah satu kolomnya di majalah fahma “DIDIKLAH ANAKMU DENGAN KESUNGGUHAN KARENA IA AKAN HIDUP BERBEDA DENGAN ZAMANMU”.
Menurut M. Faudhil Adhim, ada tiga hal yang dapat kita petik dari nasihat Ali Bin Abi Thalib tersebut :

PERTAMA, Kita berikan kepada mereka, anak-anak kita pendidikan terbaik, sehingga mereka memiliki bekal ilmu untuk hidup. Sesungguhnya segala sesuatu ada ilmunya, dan jalan untuk mengantarkan ilmu kepada mereka adalah pendidikan. Sekedar pengajaran tidak membuat mereka berilmu, melainkan pengetahuan belaka. Sementara pengetahuan tidak memberi bekal untuk menentukan langkah bagi jiwa yang mati

KEDUA, Kita didik mereka dengan kesungguhansehingga apa yang kita tanamkan pada diri mereka benar-benar membekas. Tanpa kesungguhan, yang mudah melakukannya saja bisa berantakan. Apalagi yang sulit. Tetapi dengan kesungguhan, kesulitan insyaAlloh bisa teratasi dengan seizin Alloh SWT

KETIGA, Pendidikan yang kita berikan dengan penuh kesungguhan kepada mereka itu adalah dalam rangka mengantarkan anak-anak kita untuk hidup di zamannya; zaman yang bukan zaman kita. Ini berarti, pendidikan yang kita berikan kepada anak harus visioner. Kita persiapkan mereka untuk mampu memberi warna bagi zamannya. Untuk itu kita harus tanamkan dasar-dasar berpengetahuan dan keyakinan yang kuat. Dua hal inilah yang memudahkan mereka untuk menggunakan keterampilan, pengetahuan dan ilmu untuk mengarifi hidup dan mengolahnya agar menjadi sarana menegakkan kalimat Alloh di muka bumi
Semoga tulisan M. Faudhil Adhim ini bisa bermanfaat

Mulai putus asa dengan doa-doa Anda?

Segala pujian bagi Allah, kita bertemu lagi setelah Senin kemarin kami tidak bisa meng-upload/ post tulisan rutin kami karena satu dan lain hal.

Seorang teman memintaku untuk mencarikan untuknya pasangan hidup yang bisa menerima semua kekurangannya dan bisa memaafkan masa lalunya. Lalu aku bilang agar ia tetap tenang, yakin bahwa pasangan hidup yang bisa memaafkan masa lalunya akan datang kepada dia.

Aku bilang lagi kepadanya, bahwa dunia ini tidak semengerikan yang dibayangkan dirinya. Dunia ini masih indah, orang-orang baik masih banyak sekali bertebaran di muka bumi. Orang-orang yang sangat lapang dada memaafkanya. Menerima semua kekurangannya. Menjalani kehidupan bersamanya, tanpa melihat masa lalunya sama sekali. Masa lalu bagi mereka akan selalu dilihat sebagai sesuatu yang sudah berlalu. Dan mereka pasti akan mengajaknya untuk bersama-sama meraih impian dan cita-cita, berjalan menuju masa depan, yang masa itu senantiasa menunggu mereka di hari-hari esoknya yang lebih baik.

Salah seorang temanku lagi, ia menceritakan tentang sedikit  kekhawatirannya tentang takdir kehidupan  saudara perempuannya. Siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya? Siapa yang akan datang ke rumahnya? Siapa yang mengetahui bahwa di rumahnya itu ada seorang perempuan yang sedang menanti takdir jodohnya?

Lalu aku hanya bilang kepadanya, agar saudara perempuannya itu segera MENGELUARKAN HARTA yang dimilikinya. Lepas semua kekayaan yang dimilikinya, LALU SEDEKAHKAN kepada orang-orang fakir, yang kelaparan, yang tidak ada makanan sedikitpun di rumahnya, orang-orang yang tidak mampu yang sedang ditimpa sakit, penderitaan, kesempitan hidup, cari anak-anak yatim, kosongkan ATM dan kartu kredit, jual handphone, komputer, atau apapun yang sedang dimilikinya saat ini, LALU SEDEKAHKAN SEMUANYA!!! Setelah itu berdoalah! Setelah itu memintalah kepada Allah!!!

Aku bukan tanpa sebab menganjurkan hal ini. Karena pernah ada orang yang melakukan hal tersebut di atas, dan Allah mengabulkan doa-doanya!!!

Dari dulu ingin sekali kami menceritakan kisah ini agar semua orang yang sedang berputus asa, bangkit lagi dari lantai-lantai tempat mereka terpuruk tanpa harapan lalu datang kepada Allah, dan Allah pun memberikan apa yang mereka minta.

Baiklah, kini akan aku ceritakan kisah nyata ini. Ambillah ibrah dari kisah yang sangat indah ini…

Baru beberapa bulan setelah menikah, ia dicerai oleh suaminya tanpa sebab. Ia sangat terpukul. Psikologisnya jatuh. Bulan-bulan awal setelah masa talak itu, mungkin adalah masa-masa terberat dalam hidupnya.

Tapi ayahnya menemaninya melewati semua itu. Ia menemani anak perempuannya itu bangun setiap malam untuk MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA TUHAN YANG MAHA PERKASA LAGI MAHA BIJAKSANA.

Ia ajarkan Dhuha pada anaknya. Ia ajarkan semua ibadah-ibadah kepada anak perempuannya itu. Sejak hari pertama mereka melakukan itu, ayahnya membuat sebuah JOURNAL. Ayahnya bilang, jurnal itu dibuat agar saat kelak anaknya membaik, semuanya terdokumentasikan. Karena setiap musibah adalah didikan Allah. Jika tidak ditulis, pelajaran-pelajaran itu akan hilang.

Anak perempuan itu pun sama seperti Anda saat ini, ia berputus asa. Sudah banyak hal yang ia kerjakan, baik itu TAHAJJUD, DHUHA, ISTIKHARAH, SHALAT HAJAT, SHALAT TAUBAT, SHALAT TASBIH, SHALAT RAWATIB, BERPUASA SUNNAH, MEMBACA QURAN, BERISTIGHFAR, BERDOA DENGAN ASMAA’UL HUSNA, BERSHALAWAT, BERDZIKIR, BERSEDEKAH, MEMBANTU DAN MENOLONG ORANG, tapi seolah semuanya tanpa hasil. Pertolongan Allah belum datang juga.

Ayahnya menunjukkan kepadaku jurnal itu, pada salah satu lembarnya, aku berhenti. Rupanya ayahnya mengajarkan DOA ITU  kepada anaknya, sehingga hari ini Allah telah memberinya GANTI YANG LEBIH BAIK. PASANGAN HIDUP YANG MELEBIHI PREDIKSINYA.

Pada salah satu lembar di jurnal itu kurang lebih tertulis: “YA ALLAH, DATANGKANLAH UNTUKKU SEORANG LAKI-LAKI YANG SANDARANNYA  HANYALAH  LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH.”

Doa-doa itu akhirnya  terjawab dengan sempurna!!! Laki-laki itu benar-benar datang. Dan ia benar-benar laki-laki yang sandaran kehidupannya hanyalah pada LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH.

Tidak hanya itu, ayahnya mengajarinya apa yang kami tulis di atas. MENYEDEKAHKAN hampir semua kekayaan yang dimilikinya. Dan ia tidak berhenti pada sedekah yang kecil-kecil, tapi ia mulai mengejar sedekah yang besar-besar.

Ayahnya menggulirkan ide. Ia memiliki sebidang tanah. Kepada anak perempuannya itu ditawarkan bagaimana bila tanah itu dibangun masjid, yang dibangun oleh mereka berdua, ayah dan anak!!!

Tanah itu mulai digaris-garis. Ayah dan anak perempuan itu sendiri yang menggali pondasinya. Uang yang saat itu dimiliki ayah dan anak itu dibelikan batu-batuan. Lalu pondasi itu diisi. Setelah tidak ada uang lagi, proyek itu berhenti. Lalu menunggu bulan depan. Menunggu gajian. Setelah gajian, uang-uang itu dibelikan batu-batuan lagi. Kemudian berhenti. Menunggu awal bulan depannya lagi. Lalu proyek itu dijalankan lagi. Begitu, begitu, dan begitu seterusnya….

Tanpa terasa bulan-bulan berlalu. Allah tidak menyia-nyiakan kebaikan seseorang. Satu demi satu kebaikan-kebaikan itu dihimpunnya, dikumpulkannya. Tahajjud malam demi malam anak perempuan itu pun dihimpun. Dilipatgandakan pahalanya. Dilipatgandakan RahmatNya. Pun DHUHA, ISTIKHARAH, SHALAT HAJAT, SHALAT TAUBAT, SHALAT TASBIH, SHALAT RAWATIB, BERPUASA SUNNAH, MEMBACA QURAN, BERISTIGHFAR, BERDOA DENGAN ASMAA’UL HUSNA, BERSHALAWAT, BERDZIKIR, BERSEDEKAH, MEMBANTU DAN MENOLONG ORANG, terbalas dengan sempurna. Allah menurunkan pertolonganNya. Allah gerakkan hati dan kaki seorang laki-laki yang senantiasa bersandar dengan LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH ke rumahnya. Lalu dengan menyebut nama Tuhannya, laki-laki itu pun melamarnya, tanpa melihat masa lalu sama sekali, kemudian tidak lama setelah itu, laki-laki itu menikahinya….