APAKAH KERINDUAN UNTUK MEMBACA AL QURAN SIANG DAN MALAM MULAI TUMBUH DI HATI KITA?


Nur Arif Hidayatmo 24 Agustus 2009 jam 7:20

Hidup di bawah naungan Al Quran merupakan suatu kenikmatan. Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkahi, dan menyucikan umur kehidupan. [Muqaddimah Tafsir Fii Zilaalil Quran]

Mereka suka sekali membaca Al Quran
Orang-orang yang Telah kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[84], mereka itu beriman kepadanya. dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi. (Al Baqarah: 121)

[84] Maksudnya: tidak merobah dan mentakwilkan Al Kitab sekehendak hatinya.

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Ali Imraan: 101)

Mereka itu tidak sama; di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus[221], mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). (Ali Imraan: 113)

[221] Yakni: golongan ahli Kitab yang Telah memeluk agama Islam.

Dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat[591]. (Al A’raaf: 204)

[591] Maksudnya: jika dibacakan Al Quran kita diwajibkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik dalam sembahyang maupun di luar sembahyang, terkecuali dalam shalat berjamaah ma’mum boleh membaca Al Faatihah sendiri waktu imam membaca ayat-ayat Al Quran.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Al Anfaal: 2)

[594] Maksudnya: orang yang Sempurna imannya.
[595] dimaksud dengan disebut nama Allah ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya.

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami Telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) Ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala”. (Al Anfaal: 31)

Saat akan membacanya, mereka meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk

Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (An Nahl: 98)

Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, (Al Israa: 45)

Dan kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang Karena bencinya, (Al Israa’: 46)

Orang-orang Ahli Kitab (the people of The Scripture) yang lurus, saat mereka membaca Al Quran, mereka tahu bahwa Al Quran itu benar diturunkan dari Tuhan Semesta alam
Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, (Al Israa’: 107)

Mereka itu adalah orang-orang yang Telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Telah kami beri petunjuk dan Telah kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (Maryam: 58)

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir Berkata kepada orang-orang yang beriman: “Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?” (Maryam: 73)

Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat kami di hadapan mereka. Katakanlah: “Apakah akan Aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?” Allah Telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. (Al Hajj: 72)

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta. (Al Furqan: 73)

Dan supaya Aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk Maka Sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat Maka Katakanlah: “Sesungguhnya Aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan”. (An Naml: 92)

Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al ‘Ankabuut: 45)

Dan apabila dibacakan kepadanya[1179] ayat-ayat kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan- akan ada sumbat di kedua telinganya; Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. (Luqman: 7)

[1179] yang dimaksud dengan kepadanya ialah kepada orang yang mempergunakan perkataan-perkataan yang tidak berfaedah untuk menyesatkan manusia.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (Fathir: 29)

Dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran, (Ash Shaffaat: 3)

Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu. (Ash Shaffaat: 73)

Dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud, (Al Insyiqaaq: 21)

Bacalah dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, (Al ‘Alaq: 1)

Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, (Al ‘Alaq: 3)

Bila memang benar di hari ke-3 kita berpuasa ini kerinduan untuk membaca Al Quran siang dan malam sudah mulai tumbuh di hati kita, ucapkanlah syukur kepada Penciptamu Yang Maha Penyayang , karena Dia-lah yang telah meletakkan rasa itu di hati kita. Dan itu adalah sebuah anugerah yang indah.
***

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: