Kebeningan Hati Mengungkap Keagungan Al Quran

Prio Sudiyatmoko 30 Juli 2009 jam 8:38 Balas

Inilah gambaran kesan para ulama terhadap Al-Qur’an sebagaimana dituturkan ulama berikut ini.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah mengatakan: “Allah menurunkan Al-Qur’an adalah untuk kita renungkan, kita telaah sebagai petunjuk, kita ingat-ingat sebagai penghibur, kita tafsirkan dengan bentuk dan pengertian yang terbaik, kita percayai dan yakini, serta kita tegakkan perintah-perintah dan larangan-larangannya semaksimal mungkin. Kita pun bisa menuai buah ilmu-ilmu yang bermanfaat yang akan mengantarkan kita kepada Allah dari pepohonan dan taman hikmahnya, baik dari tanaman-tanaman maupun bunga-bunganya. Sebab, Al-Qur’an adalah kitab Allah yang akan menunjukkan segala hal mengenai Allah bagi siapa saja yang ingin mengenal-Nya.

Al-Qur’an adalah jalan yang digariskan oleh Allah bagi siapa saja yang ingin menempuh perjalanan menuju ke hadirat-Nya. Al-Qur’an adalah cahaya Allah yang terang benderang, yang akan melenyapkan kegelapan. Al-Qur’an adalah rahmat Allah yang dianugerahkan kepada kita demi kebaikan semua makhluk. Al-Qur’an juga merupakan faktor penyambung antara Allah dengan para hamba-Nya ketika faktor-faktor lainnya telah terputus. Al-Qur’an adalah gerbang utama Allah di mana kita bisa memasukinya tatkala gerbang-gerbang yang lainnya telah ditutup.

Al-Qur’an adalah Ash-Shiraathal Mustaqiim (jalan lurus) yang tidak akan membuat pendapat dan opini-opini kita menjadi miring. Al-Qur’an adalah Adz-Dzikrul Hakiim (peringatan bijak) yang tidak akan menjadikan keinginan-keinginan dan hawa nafsu kita menjadi tersesat. Al-Qur’an adalah An-Nuzuulul Kariim (anugerah mulia) yang tidak akan pernah membuat para ulama merasa puas dan kenyang, sebab keajaibannya tidaklah habis, ayat-ayatnya tidaklah sirna, dan petunjuk-petunjuknya tidaklah bertentangan.

Setiap kali pandangan kita terhadap Al-Qur’an bertambah kuat dalam berpikir dan merenung, setiap kali itu pulalah kita mendapatkan tambahan petunjuk dan pengetahuan. Setiap kali kita gali kandungannya, setiap kali itu pulalah terpancar sumber-sumber hikmah dan kebijasanaan dengan deras. Al-Qur’an adalah cahaya pandangan yang akan menerangi kebutaan, penawar hati yang akan menyembuhkan penyakit dan kehampaannya, nyawa bagi hati, suguhan lezat bagi jiwa, taman indah sanubari, serta penuntun nurani menuju negeri yang damai.”

(Dikutip dari ‘Ibaadatul Mu’min karangan Amru Khalid)

Semoga kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para ulama salafus shalih dan pengikut jejak mereka sepanjang zaman. Semoga bermanfaat.

    • hasim
    • Januari 21st, 2010

    amiiiin ya robbal aalaamiin.
    memang al Qur’an sumber inspirasi yg tak pernah habis, semakin digali semakin banyak yg didapat dan selalu ada yg baru dari penggalian itu yg perlu dikaji tersendiri.dan memerlukan kajian oleh sangat banyak disiplin ilmu.
    ibarat untaian intan permata dipandang dari sudut manapun akan selalu memancarkan pesona yg menakjubkan.
    Itulah mukjizat yg berlaku sepanjang masa.
    salam kenal ya http://hasimpci.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: