Ungkapan Syukurmu Akan melindungimu Dari Adzab


Nur Arif Hidayatmo 27 Agustus 2009 jam 11:15


Ada yang ditakutkan oleh semua orang yang masih bernyawa, bilakah kelak nyawa itu pergi, apakah memang semua ibadah yang dilakukannya selama ini sudah cukup untuk menghapus semua keburukan yang pernah dikerjakannya?

Kalau memang belum cukup, ibadah apa lagi yang bisa melindungi kita dari adzab?

Mungkin sedikit orang yang tahu bahwa ternyata UNGKAPAN SYUKUR kita kepada Allah bisa melindungi kita dari adzab. Allah sendiri yang memberitahukannya kepada kita melalui Rasulullah Saw.

Allah yang menurunkan ayat dengan terjemahan sebagai berikut:

“Mengapa Allah akan menyiksamu jika kamu BERSYUKUR dan beriman…?” [An Nisaa’: 147]

Allah mengaitkan antara SYUKUR dan KEIMANAN, karena salah satu tanda baiknya keimanan seseorang adalah ia menjadi hamba yang pandai bersyukur. Maka bila kita ingin tahu apakah keimanan kita semakin bertambah atau berkurang, cobalah tanya pada diri sendiri sebanyak apa atau sepandai apa kita mensyukuri segala apa yang sudah hadir dalam hidup kita.

Rupanya juga Allah SWT akan menambah dan memberi nikmat, sedikit atau banyaknya nikmat itu, tergantung dari SYUKUR yang kita ungkapkan. Semakin banyak SYUKUR yang kita ungkapkan, nikmat yang AKAN diberikan kepada kita juga akan semakin banyak.

“….jika kalian BERSYUKUR, niscaya Aku tambah nikmat yang ada padamu….” [Ibrahim: 7]

Maka bila kita ingin tambahan nikmat dari Allah tidak pernah habis, maka kita pun harus tidak pernah ada habisnya untuk mengungkapkan SYUKUR kita kepada Allah.

Ada yang benci bila kita BERSYUKUR kepada Allah. Ada yang tidak suka bila anugerah dari Allah terus mengalir kepada kita lantaran SYUKUR kita tidak pernah henti kita sampaikan kepada Allah. Tidak pernah lelah ia menghalangi atau melalaikan kita agar kita terus lupa untuk tidak BERSYUKUR kepada Allah. Dan dia adalah Iblis.

“Kemudian aku (Iblis) akan datangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka, sehingga tidak akan Engkau dapati kebanyakan mereka BERSYUKUR kepada-Mu.” [Al A’raaf: 17]

Lalu apakah setelah selesai makan kita BERSYUKUR dengan mengucapkan:
“Alhamdulillaahilladzii ath’amanaa wasaqaanaa waja’alanaa minal muslimiin…(segala pujian bagi Allah yang memberi makan kami dan minum kami dan telah menjadikan kami orang-orang Muslim).”

Atau setelah kita bangun dari tidur yang sangat enak, sedang sebagian dari kita ada yang tidak bisa tidur:
“Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihinnusyuur ….(segala pujian bagi Allah, yang telah menghidupkan kami setelah mati kami, dan kepada-Nya tempat kembali).”

Atau setelah kita buang air, yang membuat tubuh kita terasa enak, sedang sebagian dari kita mengalami kembung, tidak bisa buang air, sembelit:
“Alhamdulillaahilladzii adzhaba ‘anniyal adzaa wa’aafanii (segala pujian bagi Allah, yang telah menghilangkan dariku ketidakenakan dan karena itu aku merasa sehat wal afiat).”

Keputusan Allah pastilah adil. Allah juga tidak pernah zalim. Kadang memang dalam hidup kita pernah diberi saat-saat kesulitan atau penderitaan. Tapi kita juga pasti pernah diberi saat-saat penuh karunia. Dan yang sering terjadi adalah kita tidak suka kepada Allah saat kita diberi musibah, dan kita menjadi begitu bersyukur kepada Allah manakala kita diberi nikmat yang banyak.

Rasulullah Muhammad Saw tidak berjumpa dengan ayahnya ketika beliau lahir, sedang kita lebih beruntung. Di usianya yang masih kecil, ibunya wafat. Kakeknya yang melindungi, merawat, menjaga dan sangat mencintainya juga ikut wafat. Setelah itu disusul pamannya ikut wafat.

Di usianya yang sekecil itu beliau telah mengalami kehilangan demi kehilangan orang-orang yang dicintainya. Itu memang berat. Tapi yang terjadi sungguh mengagumkan, pada setiap malam beliau bangun lalu berdiri mengerjakan shalat yang sangat lama. Dan saat beliau ditanya, beliau hanya menjawab:

“Tiadakah aku pantas menjadi orang yang bersyukur?” [dalam riwayat Bukhari dan Muslim]

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: