Mata dan Hati

Aisyah Edward 29 Agustus 2009 jam 16:26 Balas


Ketika kita melihat malam yang indah, bagaimana Allah menciptakannya dengan menakjubkan.
Ketika musibah datang, kadang-kadang kita lupa bahwa kita hanyalah hamba .
Lalu kita tidak bisa  merasakan nikmat Allah.
Kita harus memiliki keridhaan terhadap apa-apa yang Dia berikan. Untuk semua dosa kita.
Buta hati  lebih berbahaya, sebagaimana Allah SWT berfirman:

و من االناس من يقول ءا منا با الله و با اليوم الأخر وما هم بمؤمنين يخادعون الله والذين ءامنوا و ما يخدعون الا انفسهم وما يشعرون في قلوبهم مرض فزاد هم الله مرضا ولهم عذاب اليم بما كا نو يكذبون

Orang ada beberapa yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” tapi mereka tidak (benar-benar) beriman. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, tetapi mereka hanya menipu diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari (hal itu) Dalam hati mereka ada penyakit, dan Allah telah meningkatkan penyakit mereka (Al-Baqarah :8-10)

Ketika hati Anda  buta dan anda tidak melihat kebenaran dan kejujuran karena ada setan. Akan tetapi semua dapat melihat bila mata Anda buta apalagi dilupakan dan setiap orang bangga berdosa. Ketika Anda mendengar ‘Neraka’, anda tidak bisa merasakan kengeriannya. Ketika Anda mendengar ‘surga’ anda tidak bisa merasakan keamanannya, itu berarti bahwa jantung Anda buta atau mati.

ختم الله على قلو بهم و على سمعهم و على هبصارهم غشاوة ولهم عذاب عظيم
Allah telah menetapkan segel di hati mereka dan pendengaran mereka, dan di mata mereka adalah tutupan; dan bagi mereka adzab yang besar. (Al-Baqarah: 7)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: