Saat Rasul Teringat Khadijah, Makkah, Ibrahim dan Umaimah, Beliau Menangis, Terharu, Serta Meneteskan Air Mata

Untuk anggota Quranic Enlightenment

Nur Arif Hidayatmo 08 September 2009 jam 10:41

“Orang-orang yang bila mereka ditimpa suatu musibah mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaah wa innaa ilaihi raaji’uun’, maka mereka akan beroleh shalawat dan karunia dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beroleh petunjuk.” [Quran surah Al Baqarah: 156-157]

“Siapa yang akan beroleh limpahan kebaikan dari Allah, lebih dulu akan diberinya cobaan.” [dalam riwayat Bukhari-Muslim]

“Tidak satupun musibah yang menimpa diri seorang Muslim, baik berupa kesusahan dan penderitaan, kesedihan dan kedukaan, maupun penyakit, bahkan karena sepotong duri yang menusuk, kecuali dihapuskan oleh Allah dengan itu sebagian dari kesalahan-kesalahannya.” [dalam riwayat Bukhari-Muslim]

“Perumpamaan orang Mukmin itu adalah seperti tanaman yang penyakitan, ia bergoyang dan condong kemana dibawa angin. Maka bila ia ditimpa musibah, ia akan condong, tetapi akan tegak kembali….” [dari Abu Hurairah]

Semua peristiwa yang ada di dunia ini telah memiliki takdir masing-masing. Tapi kita tidak tahu takdir itu, karena ia senantiasa tersimpan di dalam catatan Allah. Kita tahu takdir kita setelah apa-apa yang ditakdirkan itu diberikan kepada kita.

Rasulullah pernah terusir dari tanah kelahirannya, meninggalkan Makkah, negeri yang sangat dicintainya, dan itu sempat membuat beliau MENETESKAN AIRMATA. Dalam perjalanannya meninggalkan Makkah, beliau menoleh melihat ke seluruh penjuru Makkah dan berkata, “Sesungguhnya engkau adalah negeri Allah yang paling aku cintai. Seandainya pendudukmu tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan pernah keluar darimu.”

Meskipun beliau dan para sahabat menemukan penduduk dan negeri yang baru, yang lebih baik, tapi kerinduan mereka pada Makkah, tetap tidak bisa hilang dari dalam ingatan. Suatu hari Bilal bin Rabah sakit demam, rupanya ia masih menyimpan kerinduannya pada lembah-lembah Makkah, Tanah Hitam dan rumput hijau dan bunga Yasmin yang ia tuangkan kerinduannya dalam bait-bait syair :
“Wahai…apakah semalam aku tidur di lembah itu
Sekeliling rumput yang hijau dan bunga yasmin
Apakah masih sempat aku pada suatu hari
Mereguk air telaga Majinnah dan menyaksikan Tanah Hitam?”

Mendengar hal itu dari ‘Aisyah, Rasulullah berdoa:
“Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih lagi…”

Suatu hari ‘Aisyah bertanya Nabi, “Tidakkah Allah telah menggantikan bagi engkau yang lebih baik dari Khadijah?”
Nabi menjawab, “Tidak, demi Allah ia telah percaya kepadaku di waktu kaumku masih kafir, ia telah membantu kepadaku pada masa semua orang menghinakan aku, ia telah memberikan harta kekayaannya kepadaku pada masa kaumku serentak memboikot kepadaku.”

Memang benar, Rasulullah sering sekali menyebut-nyebut nama Khadijah binti Khuwailid meski beliau sudah wafat. Kadang menyembelih kambing lalu membagikannya kepada sahabat-sahabat Khadijah. Seolah-olah di dunia tidak ada wanita lain selain Khadijah.

Sampai suatu hari, Halah binti Khuwailid (saudara Khadijah yang memilki suara sama persis dengannya), minta izin masuk ke rumah Rasulullah. Dan ketika beliau mendengar suaranya, BELIAU TERHARU, karena itu seperti Khadijah yang hidup kembali, sebab Rasulullah masih mengingat suaranya. Lalu Rasulullah berkata, “Ya Allah…ini adalah Halah binti Khuwailid (bukan Khadijah binti Khuwailid).”

Ketika Ibrahim, putera Rasulullah meninggal dunia, BELIAU PUN MENANGIS. Sabda beliau, “Airmata mengalir dan hatipun berduka, dan tak ada yang kami ucapkan kecuali apa yang diridhai oleh Tuhan kami. Sungguh wahai Ibrahim, dengan kepergianmu ini kami merasa pilu sekali.”

Begitu pun ketika cucu beliau Umaimah meninggal dunia, RASULULLAH MENANGIS. Sa’id bin Ubadah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah anda MENANGIS? Bukankah anda melarang Zainab (Ibu Umaimah) menangis?”

Jawab Nabi, “Itu merupakan tanda belas kasih sayang yang ditaruh Allah dalam hati hamba-hambaNya. Dan Allah mengasihi hambaNya itu hanyalah bagi mereka yang menaruh belas-kasih sayang diantara mereka.”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: