Idul Adha Mubarak, mendapatkan semangat Ibraheem

Aisyah Edward 25 November 2009 jam 11:36 Balas


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. (2:124)

Menghadapi dan berjalan melalui kehidupan ini adalah seperti menunggu pohon untuk tumbuh aktivitas, jika kita menanam benih yang baik, pupuk yang baik maka akan berdaun dengan berat buah-buahan. Sayangnya, tidak semua menyadari bahwa menunggu pohon itu tumbuh membutuhkan kepercayaan dan kesabaran. Mungkin kita lupa  kisah Ibraheem dan Ismail ‘alaihissalam. Hamba Allah yang telah membuktikan cinta mereka kepada Allah. Allah SWT menguji kesalehan mereka dan keabsahan. Seorang ayah yang diuji dengan cinta dan seorang putra yang diuji dengan taat kepada ayahnya dan Tuhannya.

Ibraheem tidak pernah berpikir bahwa Allah memberinya mimpi, mimpi yang sulit untuk dilakukan yaitu mengorbankan anaknya yang telah ditunggu selama 80. Mimpi yang benar. Tapi, Ibraheem percaya bahwa bukan itu mimpi kosong, ia percaya bahwa itu adalah perintah dari Allah SWT.

Dengan bijaksana, ia berkata tentang kecemasannya kepada Ismail, seperti yang dikatakan dalam Alquran:
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ” (37:102)

Dan jawaban yang sangat menyentuh dikatakan oleh Ismail, dalam Alquran:
Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. (37:102)
Kedua, ia berkata: Wahai Ayah, lepaskan pakaianku agar tidak darah yang mengenai bajuku dan agar tidak membuat ibuku sedih melihat baju itu.
Ketiga dia berkata: tajamkan pisau itu agar penyembelihan ini menjadi cepat dan aku tidak merasakan sakit

Dan terakhir dia berkata:

Sampaikan salamku pada ibu dan berikan pakaianku kepadanya supaya bisa menjadi penenang kesedihannya dan agar pakaian itu bisa menjadi hadiah dari anak satu-satunya
Mendengar apa yang dikatakan Ismail, Ibraheem memeluk anaknya dengan penuh cinta. Dia berkata: Aku bahagia mempunyai anak yang patuh, setia kepada orang tua dan Allah.

Kita dapat mengambil hikmah dari dua hamba Allah itu:
1. Cinta perlu pengorbanan, semakin tinggi dan mulia sebuah cinta, maka semakin besar pula pengorbanannya. Apakah ada cinta yang lebih tinggi dan suci melebihi cinta kepada Allah?
2. Kadang-kadang kedekatan kita kepada Allah memiliki rintangan seperti cinta kita ke anak, harta, saudara perempuan dan lain-lain. Seperti kata Alquran:

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (At Taubah: 24)

Selain itu, kedekatan kita kepada Allah bisa menjadi jauh karena kita ditinggalkan selamanya oleh orang yang kita cintai. Dia lupa bahwa tidak ada yang abadi dalam hidup ini selain Allah.

Ini akan menjadi indah ketika kita dapat mengikuti teladan dari Ibraheem. Dia bisa membuktikan cintanya kepada Allah lebih dan lebih daripada cinta yang dimilikinya.

Selamat Hari Raya Idhul Adha kepada seluruh Anggota Quranic Enlightenment. Semoga Allah memberikan kita semua semangat Ibraheem untuk diimplementasikan dalam seluruh hidup kita, dan semoga kita menjadi hamba Allah yang terbaik. Amin, insyaallah.

  1. good article, bravo…
    http://mobil88.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: