Pasrahlah dimana saja Allah mendudukkanmu

Untuk anggota Quranic Enlightenment

Aisyah Edward 19 Oktober 2009 jam 14:04 Balas

“Adapun manusia, bila Rabb-nya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberikannNYa keenangan,, maka dia berkata:”Rabbku telah memuliakanku. sedang jika Rabbnya mengujinya, lalu Dia mengurangi rezekiNya, maka ia berkata:”Rabbku menghinakanku”.(QS.Al Fajar:15-16).

Kita semua umumnya pernah mengalami. Memohon pada Allah dengan sepenuh hati, khusyu,agar Allah memberikan sesuatu yang kita inginkan.Meminta dengan penuh harap kepada Allah untuk mengabulkan permintaan yang kita anggap itulah kenyataan yang paling baik.Berharap pada Allah agar memberikan kita sebuah nikmat yang dalam pandangan kita,nikmat itulah yang paling tepat untuk kita. tapi…ternyata permintaaan itu tak kunjung dikabulkan.

Munggkin banyak di antara kita yang yang mengalami keadaan seperti itu. Mengeluh, kecewa,putus asa, frustasi, dan sebagaina. padahal,pernahkah kita berpikir,sejauh mana kebenaran asumsi kia bahwa penundaan pemberian Allah itu adalah suatu bencana?atau, pernahkah kita merenungkan,mungkin penundaan itu justru karunia yang justru harus kita syukuri?apakah pengabulan doa dan harapan itu selalu bermakna kemuliaan dari Allah?atau apakah pemberian langsung Allah kepada kita justru sebuah bencana?kita tidak pernah tahu rahasia semua itu.

Menganggap bahwa pemberian itu bukti kemuliaan dan penundaan pemberian itu keburukan,merupakan sikap yang disinggung dalam firman Allah yang tertera di atas..manusia yang diceritakan dalam firman Allah itu, menganggap kesenangan identik dengan kemuliaan dari Allah. sebaliknya pengurangan rizki itu identik dengan penghinaan dari Allah.

Pemberian dan penundaan nikmat merupakan masalah yang paling penting dan amat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. sayangnya, seperti firman Allah tersebut,banyak orang yang keliru memahami masalah itu. Dan oloeh karena itu Al Quran meluruskannya. Seringkali Allah menanguhkan pemberian dunia pada makhluk yang dicinyaiNya,sementara Dia mencurahkan segala macam kesenangan dunia kepada makhluk yang paling didurhakai-NYa. karena itu,pemberian duniawi dari Allah bukan tanda kemuliaan,dan penundaan pemberian bukan tanda kehinaan.

Ibnu Athailah berkata,”Jika Allah menahan pemberianNya padamu.maka pahamilah bahwa itu adalah suatu karamah (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislamamn dan keimananmu,hingga segenap apa yang dilakukan Allah kepadamu menjadi karunia pula kepadamu” Ia kemudian melanjutkan,”Cukuplah sebagai balasan Allah atas ketaatanmu, jika Dia ridho kepadamu karena engkau menjadi orang yang taat kepadaNya. Cukuplah sebagai balasan atas orang2 yang beramal,Allah bukakan hatinya untuk menjalankan ketaatannya, dan apa saja yang diberikan pada mereka berupa kesenangan terhadapNya”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: