Tahsin Tilawatil Qur’an

Untuk anggota Quranic Enlightenment

Prio Sudiyatmoko 21 Oktober 2009 jam 11:49 Balas

Kewajiban umat Islam terhadap Al-Qur’an, setelah mengimaninya, adalah berinteraksi dengannya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara kita saksikan banyak manusia khususnya kaum muslimin yang mengabaikan interaksi dengan Al-Qur’an. Jangankan mengamalkannya, untuk membaca dan memahaminya saja masih jauh dari mencukupi.

Hasan Al-Banna berkata, Antum ruuhun jadiidun fii jasadi haadzihil ummah, “Kalian adalah ruh baru dalam tubuh umat ini.” Ruh yang dimaksud adalah dengan adanya Al-Qur’an. Al-Qur’an inilah yang menghidupkan, membangkitkan umat dari kelalaian, menyembuhkan hati dari penyakit-penyakitnya. Seperti juga diungkapkan Sayyid Quthb dalam Zhilal-nya, “Di dalamnya ada ruh yang dapat menyebarkan, mendorong, menggerakkan dan mengembangkan kehidupan ini di dalam hati dan dalam realitas amal yang dapat disaksikan.”

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruuhan (Al-Qur’an) dengan perintah Kami.” (Asy-Syu’ara: 52)

Al-Qur’an tidak akan menjadi ruh yang menghidupkan hati jika kita tidak melakukan usaha interaksi dengannya. Kita tidak bisa meraih enlightenment (pencerahan) dari Al-Qur’an secara instan. Kita tak akan mendapatkan kemudahan belajar Al-Qur’an jika kita tidak mau bersulit-sulit. Memang benar Allah SWT menyatakan bahwa Al-Qur’an ini mudah dipelajari. Tapi kemudahan itu tak akan didapatkan oleh orang yang ingin gampangnya saja, apalagi oleh mereka yang meremehkannya.

Untuk menjadi mahir membaca Al-Qur’an, perlu proses. Ada tahap-tahap yang harus ditempuh dengan penuh kesabaran. Demikianlah Rasulullah SAW memotivasi umatnya yang masih terbata-bata/tertatih-tatih membaca Al-Qur’an, tapi tetap berusaha untuk membacanya dengan benar. Maka dalam proses ketekunan itu dia mendapatkan dua pahala.

الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرآنَ وَهُو مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ والَّذِي يَقْرَأُ الْقُرآنَ وَهُو يَتَتَعْتَعُ فِيهِ وهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Sesungguhnya orang yang selalu membaca al-Qur’an dengan mahir, maka ia bersama para malaikat pencatat amal yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca al-Qur’an dengan tertatih-tatih dan dia mengangalami kesulitan (tetapi tetap berusaha membacanya), maka dia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membaca Al-Qur’an dengan tajwid adalah wajib bagi setiap muslim. Tahsin Al-Qur’an adalah upaya memperbaiki bacaan Al-Qur’an sehingga dapat memenuhi kaidah-kaidah tajwid. Dengan demikian, upaya ini menjadi wajib ditempuh bagi setiap muslim yang masih banyak kekurangan dalam membaca Al-Qur’an. Janganlah kita memelihara kesalahan padahal kita mengetahui kesalahan itu. Dan janganlah kita meremehkan upaya perbaikan sedangkan sarananya begitu banyak tersedia. Karenanya, mari kita saling bantu dalam kebaikan dan taqwa. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan keberkahan dalam usaha kita. Amiin.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: