Doa-doa mereka telah dikabulkan. Kini giliran kita berdoa…. (bag. Ke-3)

Untuk anggota Quranic Enlightenment

Nur Arif Hidayatmo 22 Desember 2009 jam 9:47


Senin kemarin saya menyerah, karena tidak juga mendapatkan ide untuk menulis di forum ini. Saya berusaha untuk tidak menulis teori. Ingin sekali saya terus menulis yang tulisan itu bisa MENGGERAKKAN dengan izin Allah. Saat saya membacanya, saya bisa tergerak untuk MEMPRAKTEKKAN apa yang saya tulis.

Sampai sore saya menyerah. Mungkin hari Senin kemarin libur, dibuka lagi Kamis depan. Sampai sesuatu yang dikehendaki Allah terjadi.

Setelah Maghrib, sebuah pesan pendek masuk ke telphon selulerku. Ingin tahu apa isinya?

TEMANKU TELAH MENEMUI ORANGTUA SESEORANG, YANG MEMANG DIA INGINKAN DALAM HIDUP!!!

Doa-doa temanku telah dikabulkan Allah. Dia hanya menyerahkan kriteria pasangan hidup impiannya itu melalui doa-doa. Mungkin setiap hari ketika dia tahajjud dia sampaikan keinginannya itu kepada Allah. Dia pun sering menatap langit, dan ketika ia menatap langit, hatinya terus berdoa.

Sore itu aku sedang mengulang hafalan Surat Al Mulk. Tapi begitu dia kirim pesan, aku bahagia bukan main. Aku tersenyum-senyum sendiri sampai aku hentikan hafalan Quran-ku. Karena setiap mau membaca, aku tertawa dan tertawa lagi.

Lalu aku mengirim pesan: “Kalian benar-benar PASANGAN LANGIT (heavenly couples).”

Anda tahu kenapa?

Karena temanku itu telah berdoa selama 2 tahun MEMINTA orang itu kepada Allah agar orang itu dianugerahkan kepadanya!!!

Lalu aku berpikir, berkah sekali orang ini. Ia membawa keberkahan langit. Ia diminta dari Sisi Tuhan kita oleh temanku dalam waktu yang selama itu. Dikumpulkan oleh Allah doa-doa temanku selama 2 tahun, lalu diberikannya kepada temanku orang itu dalam waktu yang selama itu…subhaanallah, maa syaa’a Allahu la haula walaa quwwata illa billaah.

Untuk kalian kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan itu adalah doaku. Segala sesuatu memang ada di Sisi Allah, apapun itu. Dan temanku tahu itu. Makanya dia memintanya kepada Allah.

“Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, BERILAH AKU DARI SISI ENGKAU seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (Ali Imraan: 38)

Ada kakek dan nenek, mereka adalah teman masa kecil nenekku. Si kakek sakit sudah lama, sudah 1 tahun lebih. Mereka sudah sangat tua. Nenek itu telah shalat jamaah di mushalla sejak aku masih kecil. Saat aku kesana mendoakan kesembuhan untuk si kakek, nenek itu bilang:

“Cucu, sudah tidak ada yang Nenek tunggu lagi kecuali hanya adzan. Dan setelah shalat selesai, yang Nenek tunggu hanya adzan berikutnya. Dan itu setiap hari. Setiap malam pada jam 2 Nenek bangun, lalu tahajjud, dan setelah itu shalat hajat. Mudah-mudahan itu bisa dibawa mati. Adapun permintaan shalat hajat-nya, Nenek minta agar Nenek tidak kemana-mana lagi karena sudah lemah dan tua, tapi rizki datang sendiri kesini, ke rumah Nenek.”

Dan doa itu dikabulkan oleh Allah Subhaanahu wata’ala!!!

Hampir setiap hari, perajin bambu yang ada di sekitarku, para pembuat bakul dan sebagainya, datang sendiri ke rumah Nenek itu mengantar hasil pekerjaan tangan mereka. Mereka minta agar Nenek itu saja yang mau membelinya.

Tapi bagaimana cara nenek itu menjual semua barang itu ke pasar padahal dia sudah kerepotan dan lemah?

Allah yang menggerakkan para penjual untuk datang sendiri ke rumah Nenek itu untuk mengambil dan membeli barang-barang itu!!!

Maha Suci Allah atas segala sesuatu.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: