Doa-doa mereka telah dikabulkan. Kini giliran kita berdoa… (bag. Ke-4)

Untuk anggota Quranic Enlightenment

Nur Arif Hidayatmo 25 Desember 2009 jam 7:32

Saya belum tahu apakah kisah di bawah ini riwayatnya benar atau tidak. Tapi mudah-mudahan benar.

Namanya Umar bin Abdul Aziz, dari Dinasti Bani Umayyah. Saat itu ia masih muda. Pada suatu saat ia melihat seseorang. Dan seseorang itu bernama Fatimah. Puteri dari Sulaiman bin Abdul Malik.

Ketika ia melihat Fatimah, timbul keinginan dari dala m hatinya untuk menjadikannya sebagai pendamping hidupnya. Lalu Umar pun meminta kepada Allah lewat doa-doa. Dan bila kita membaca kitab sejarah dengan cita rasa sastra yang indah semisal Kitab Khulafaaurrasuul yang ditulis oleh Khalid Muhammad Khalid, kita akan menemukan dalam deretan lembar per lembarnya bahwa benar bahwa Fatimah memang akhirnya menjadi pendamping hidup Umar bin Abdul Aziz. Bahkan ketika Umar menjadi Khalifah, saat Umar bermusyawarah dengan istri dan anak-anaknya agar mereka pindah saja ke rumah yang sederhana sedang rumah dinasnya dan seluruh perabotnya dimasukkan saja ke Baitul Maal, Fatimah istrinya dengan sangat bahagia menyetujui usulan itu. Doa-doa Umar dikabulkan Allah. Fatimah menjadi istrinya dan ibu dari anak-anaknya.

Tapi cerita ini belum berakhir.

Saat itu Umar masih menjadi pejabat di daerah. Lalu ia melihat bahwa ada posisi lain yang lebih tinggi dari posisinya saat itu, yaitu posisi Gubernur. Ia pun ingin memiliki posisi itu. Lagi-lagi ia kembali berdoa kepada Allah, meminta agar posisi itu dianugerahkan Allah kepadanya. Dan benar, Allah menjadikannya Gubernur yang membawahi daerah Hijaz, Makkah, Madinah dan sekitarnya.

Saat ia menjadi Gubernur, ia masih melihat ada posisi lain yang jauh lebih tinggi dari posisi itu; yaitu posisi Khalifah. Ia kembali berdoa kepada Allah, dan menginginkan posisi itu. Dan doa-doanya pun kembali dikabulkan Allah!!!

Akhirnya ia menjadi Khalifah. Kepemimpinannya benar-benar disukai oleh masyarakat, meskipun ia tidak disukai oleh pejabat-pejabat yang lain. Pemerintahannya membawa keberkahan langit. Kemakmuran, keamanan, kesejahteraan, bisa ditemukan sampai ke pelosok-pelosok.

Dan saat ia menjadi Khalifah, lagi-lagi ia melihat sebuah posisi yang jauh lebih tinggi dari posisi itu; yaitu Surga. Perhatikan kata-kata yang diucapkannya di bawah ini:

“Dulu aku menginginkan jabatan Gubernur, lalu Allah memberikannya kepadaku. Lalu aku menginginkan Kekhalifahan, dan Allah pun mengabulkan permintaanku. Kini tidak ada posisi yang lebih tinggi lagi kecuali Surga, dan aku pun akan memintanya kepada Allah. Allah telah berkali-kali mengabulkan permintaanku, maka untuk permintaan yang kali ini pun, yaitu Surga, AKU BERHARAP ALLAH JUGA AKAN MENGABULKANNYA UNTUKKU.”

Kita pun sebenarnya juga disuruh untuk meminta Surga. Bahkan kita disuruh untuk meminta Surga yang tertinggi, Firdaus.

Jika kita membaca sejarah-sejarah orang-orang soleh, kita akan menemukan kesamaan. Saat sudah tidak ada lagi yang mereka inginkan dari dunia ini, mereka meminta Surga. Saat seluruh prestasi dunia sudah mereka raih, dan mereka sudah tidak menginginkan apa-apa lagi, mereka meminta akhirat yang indah.

Bukalah Al Quran, dan bacalah surat Yusuf yang mendekati bagian akhir. Saat posisi tertinggi yang diinginkannya sudah ia raih, saat siapa yang salah dan siapa yang benar sudah terungkap semuanya, saat ayahnya yang buta akibat kesedihan sudah bisa melihat lagi, dan saat seluruh keluarganya telah berkumpul kembali menjadi satu, ia meminta kepada Allah:

“Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajariku sebagian dari takwil mimpi. Wahai Tuhan Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, WAFATKAN AKU DALAM KEADAAN MUSLIM DAN GABUNGKANLAH AKU BERSAMA ORANG-ORANG YANG SALEH.” (Quran Surat Yusuf: 101)

****

Zakariya ‘Alaihissalaam adalah seorang Nabi yang menjadi teladan yang baik bagi kita dalam meminta.

Saat ia semakin menua, sedang harapannya untuk memiliki seorang anak belum juga dikabulkan Allah, ia terus saja menghidupkan malam-malamnya untuk berdoa lagi dan berdoa lagi.

Saat malam mulai bertambah gelap, ia bangun dari tidurnya dengan mengendap-endap. Ia menuju mihrabnya dan ia matikan lampunya. Ia bangun untuk melaksanakan shalat untuk mendekati Allah. Dan saat ia sudah dekat dengan Allah, ia mulai memanggil NamaNya dengan berbisik-bisik. “Wahai Allah…Wahai Allah…Wahai Allah…”

Mendengar Zakariya mulai memanggil NamaNya, Allah langsung datang lebih mendekat lagi kepada dia dan menjawab panggilan Zakariya itu dengan jawaban, “Labbaik…Labbaik…Labbaik….”

“…apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (Shahih Muslim No.4832)

Setelah Allah menjawab panggilan Zakariya, ia baru mulai memohon apa yang ia harapkan dari Sisi Allah.

Mekanisme ini tidak hanya khusus diberikan kepada Nabi Zakariya. Mekanisme ini akan terus berlangsung sampai hari Kiamat.

Setiap kita mengerjakan kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah, Allah pun akan lebih cepat lagi untuk mendekat kepada kita. Dan manakala kita mulai menyebut dan memanggil NamaNya, Allah akan menjawab panggilan kita dengan, “Labbaik…Labbaik…Labbaik…”.

Maka setelah Allah menjawab panggilan kita…MEMOHONLAH!!! Mintalah apapun yang ada di Sisi Allah agar apa-apa yang kita minta itu dihadirkan dalam hidup kita.

Bangunlah pada malam-malam yang semakin gelap. Shalatlah menghadap Allah. Mulailah dekati Dia. Panggil NamaNya. Lalu memohonlah dengan lembut, dengan berbisik-bisik….

“Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad. (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu TATKALA IA BERDOA kepada Tuhannya DENGAN SUARA YANG LEMBUT.” (Quran surat Maryam: 1-3)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: