Jutaan Orang Bertemu, Hanya Untuk Mengadu (bag. Ke-2)

Untuk anggota Quranic Enlightenment

Nur Arif Hidayatmo 11 Januari jam 8:05


Pertanyaan:
Kemudian jika kita melemah, saat iman berkurang, kita menjadi lengah dan mendekati KECEWA karena DOA KITA TAK JUA DIKABULKAN Tuhan, TAHAJUD KITA TERPUTUS, lalu bagaimana dengan doa-doa kita…dan harus sabar seperti apa AGAR KITA TETAP SELALU YAKIN doa kita akan dikabulkanNya?? Hal kaya gini kadang sebentar-sebentar muncul, dan menurut saya ini manusiawi sekali, nah harus bagaimana kita jika saat itu datang? Thanks

Itu adalah respon salah satu pembaca Quranic Enlightenment. Kami terharu. Kepada Allah kami meminta agar ditambahi ilmu dan kefahaman. Di bawah ini adalah respon-balik dari kami:

Perhatikan fakta-fakta di bawah ini;

Padi, sejak pertama kita menanam, membutuhkan waktu 3 bulan agar kita bisa memanen.

Jagung membutuhkan waktu 100 hari.

Sapi sejak ia dilahirkan, perlu waktu 2 tahun agar bisa dijual atau dipakai sebagai hewan kurban pada Hari Raya Iedhul Adha.

Domba setengah tahun.

Kambing usia 1 tahun.

“(Allah) yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), DAN DIA TELAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU, DAN DIA MENETAPKAN UKURAN-UKURANNYA DENGAN SERAPI-RAPINYA.” (Al Furqan: 2)

Pada saat padi baru berumur 1 bulan, lalu pada saat itu kita sedang sangat butuh uang untuk membayar hutang, dan satu-satunya harapan kita adalah padi yang kita tanam itu, apa yang akan kita lakukan?

Mungkin kita akan mendatangi padi itu, kita paksa padi itu agar segera menguning, agar pada saat besok pagi kita datang lagi ke sawah, kita akan melihat padi itu siap dipanen, lalu bisa kita jual dan kita mendapatkan uang kemudian hutang kita selesai.

Ada juga yang datang, ia bentak-bentak padi itu dan ia mengancam padi itu agar bila 1 hari lagi ia tidak menguning, maka padi itu pasti akan ia pukuli dengan bambu. Dan ternyata esok lusanya pun, padi itu masih belum menguning. Lalu orang itu KECEWA, ia ambil bambu, ia pukuli tanpa ampun batang-batang padi itu. Masih belum puas, ia akhirnya mengambil sabit, lalu padi yang baru berusia 1 bulan itu dibabat sampai habis, dan setelah itu ditumpuk, kemudian dibakar.

Orang itu KECEWA. Ia sudah menanam, TAPI BELUM JUGA PANEN. Akhirnya ia berhenti menjadi penanam. Putus asa. Lalu ia tinggalkan sawahnya. Padahal andai ia bersabar 2 bulan lagi, padi itu pasti akan menguning.

“Doa hamba PASTI DIKABULKAN selama tidak berdoa untuk sebuah dosa atau pemutusan silaturahim dan SELAMA TIDAK TERGESA-GESA”. Seseorang bertanya “Wahai Rasulullah, BAGAIMANA maksudnya TERGESA-GESA ITU?” Beliau SAW menerangkan, “(Orang itu) berkata, ‘SAYA SUDAH BERDOA TETAPI BELUM JUGA DIKABULKAN’, IA KECEWA LALU BERHENTI BERDOA” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Doa-doa kita itu PASTI akan dikabulkan Allah. Dan pada posting kita Senin kemarin, ternyata KUNCINYA hanyalah pada WAKTU. Bahkan ekstrimnya, andai bila kita meminta rumah kepada Allah lewat doa-doa, asal kita memenuhi jumlah bilangan hari-harinya yang ditetapkan Allah, meski dengan tanpa bekerja pun, insya Allah rumah itu akan diberikan kepada kita.

bersambung…

Jutaan Orang Bertemu, Hanya Untuk Mengadu (lanjutan)

Untuk anggota Quranic Enlightenment

Nur Arif Hidayatmo 11 Januari jam 8:07

Masih ingat kisah-kisah nyata posting beberapa waktu yang lalu?

Kedudukan PNS dengan gaji 1-2 juta lebih per bulan, membutuhkan waktu berdoa terus menerus pada sepertiga akhir malam dan tahajjud selama 1 tahun lebih.

Pasangan hidup, yang kebahagiaannya lebih besar dari kebahagiaan menjadi PNS dengan gaji sebesar itu, dibutuhkan waktu 2 tahun penuh untuk memintanya lewat doa dan tahajjud kepada Allah.

Pembebasan Emporium Besar yang dibangun oleh Constantine 1, sebuah impian yang jauh lebih besar lagi dari PNS dan pasangan hidup, perlu bertahajjud lalu berdoa dengan doa-doa yang sama, setidaknya 10 tahun lebih.

Bila memang semua ini benar, UKURAN yang Allah buat untuk meraih posisi PNS adalah 1 tahun bertahajjud tanpa henti, lalu sekian banyak orang mengerjakannya HANYA 1 bulan penuh, mungkinkah PADI yang ia tanam di sawah itu bisa menguning? Padahal UKURAN yang telah ditetapkan Allah agar padi itu bisa menguning adalah kita terus merawatnya selama 3 bulan penuh!!!

Bukan salah padi karena ia tidak mau menguning pada saat kita sangat membutuhkannya untuk segera menguning, karena padi itu hanya ingin taat mengikuti KEHENDAK Penciptanya yang Teramat Penyayang. Yaitu ia PASTI akan menguning bila penanamnya MAU bersabar, melewati malam demi malamnya dengan ikhlas menghadapkan wajahnya kepada Allah selama sekian waktu. Genapkanlah 3 bulan, maka padi itu insya Allah akan menguning, dan kita bisa memanen!!!

Pertanyaan:
Bila waktu yang dibutuhkan untuk MEMINTA pasangan hidup impian kita kepada Allah adalah tahajjud selama 2 tahun, bisakah dipercepat kedatangannya lebih singkat dari itu?

Ada salah satu pembaca Quranic Enlightenment yang kaget dengan angka di atas. Dia bilang, “2 tahun? Lama sekali” Tapi kemudian orang itu mengambil wudhu, lalu ia mengerjakan 2 rakaat untuk Shalat Taubat. Ia memohon ampun atas kata-kata yang baru diucapkannya tadi.

Menurut kami, 2 tahun itu justru sudah dipercepat oleh Allah, karena kemungkinan bila ia tidak memintanya lewat tahajjud, maka ia harus menunggu selama 10 tahun!!!

Perhatikan cerita di bawah ini:

Karena melakukan perbuatan yang tidak diridhai Allah, Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga. Diturunkan ke bumi. Ketika sampai di bumi, mereka berdua dipisah. Yang satu berjalan ke arah barat. Satunya lagi berjalan ke arah timur. Masing-masing berjalan mengitari separuh bumi dan menghabiskan waktu 100 tahun dalam kesendirian.

Tepat pada tahun yang keseratus setelah mereka dipisahkan, di Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang) mereka dipertemukan lagi oleh Allah. Dan baru setelah pertemuan itu, maka kita pun lahir dan ada di bumi ini.

Apa arti semua ini?

Berikut adalah potongan hadits yang menceritakan saat-saat Nabi berkali-kali meminta kepada Allah tentang jumlah keringanan shalat:

“….aku (Muhammad) kembali kepada Allah, kemudian Dia berfirman, ‘Shalat itu LIMA (waktu) dan LIMA itu (nilainya) SAMA DENGAN LIMA PULUH (kali), tidak ada firman yang diganti di hadapan Ku.’ Aku lalu kembali kepada Musa, lalu ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu.’ Aku jawab, ‘(Sungguh) aku malu kepada Tuhanku.’ Jibril lalu pergi bersamaku sampai ke Sidratul Muntaha dan Sidratul Muntaha itu tertutup oleh warna-warna yang aku tidak mengetahui apakah itu sebenarnya? Aku lalu dimasukkan ke surga. Tiba-tiba di sana ada kail dari mutiara dan debunya adalah kasturi.'” (Bukhari)

Bila shalat yang 5 waktu pahalanya sama dengan shalat 50 waktu di masa Musa, maka itu bisa juga berarti amal yang kita kerjakan selama 10 tahun maka akan bernilai amal 100 tahun. Wallahu a’lam.

Bila Adam dan Hawa dipertemukan lagi setelah 100 tahun, maka pertemuan seseorang dengan pasangan hidup impiannya setelah ia berdoa di zaman kita sekarang, akan terjadi 10 tahun berikutnya dengan doa-doa yang tidak terputus setiap harinya.

Waktu 10 tahun itu akhirnya dipersingkat 8 tahun bila seseorang memintanya lewat tahajjud pada sepertiga akhir malam, karena besarnya kemuliaan dan keutamaan ibadah dan permohonan di saat itu. Waktu yang sepuluh tahun itu akhirnya hanya ditempuh oleh temanku dalam masa 2 tahun.

Ada yang lebih dramatis lagi dari itu. Itu adalah kisah Nabi Yunus. Andai ia tidak mengucapkan KATA-KATA itu, niscaya ia akan terus berada di dalam perut ikan, terombang –ambing di lautan, SAMPAI HARI KIAMAT.

“Maka ia (Yunus) ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, NISCAYA IA AKAN TETAP TINGGAL DI PERUT IKAN ITU SAMPAI HARI BERBANGKIT. (Ash Shaaffat: 142-144)

Masa penuh kesakitan dan kesengsaraannya di dalam perut ikan YANG AWALNYA AKAN TERUS TERJADI SAMPAI HARI KIAMAT, akhirnya DIPERSINGKAT masa itu oleh Allah karena Nabi Yunus mengingat seluruh dosa-dosanya dan ia mengucapkan: LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINADH DHAALIMIIN.

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka IA MENYERU dalam keadaan yang sangat gelap: ” LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINADH DHAALIMIIN (bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim). Maka Kami telah memperkenankan doanya (Yunus) dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Al Anbiyaa’: 87-88)

Mengapa kita tidak mencoba untuk sering mengucapkan KATA-KATA itu bila kita benar ingin MEMPERCEPAT datangnya apa-apa yang kita minta kepada Allah?

Pertanyaan:
Benarkah itu adalah UKURAN-UKURANNYA? Artinya apakah posisi/ jabatan/ kedudukan PNS itu meraihnya dengan tahajjud selama 1 tahun penuh?

Tidak ada yang mengetahui WAKTU-WAKTU itu kecuali hanya Dia. Semuanya masih tersimpan dalam Rahasia Allah, di Alam Keghaiban yang Tinggi.

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat Itu Adalah Pada Sisi Tuhanku; TIDAK SEORANGPUN YANG DAPAT MENJELASKAN WAKTU KEDATANGANNYA SELAIN DIA. (Al A’raaf: 187)

Dan inilah jawaban saat orang bertanya tentang kapan tibanya Lailatul Qadr:

Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘CARILAH MALAM QADAR PADA MALAM GANJIL DARI SEPULUH MALAM TERAKHIR DARI BULAN RAMADHAN.”

Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.”

Lalu bila orang bertanya, berapa lamakah tahajjud yang harus saya lakukan agar saya bisa meraih kekayaan, pasangan hidup impian, rumah, perusahaan, kesembuhan dari penyakit, dan lain-lain?

Jawabannya adalah bahwa kita disuruh untuk terus berdoa dan jangan menghentikan doa kita sampai apa yang kita minta itu benar-benar dikabulkan Allah. Itu adalah batas waktunya, dimana tangan kita sudah boleh untuk diturunkan.

Bila segala sesuatu itu tersimpan di langit semuanya, mengapa kita tidak naik ke sana untuk mengambilnya? Tapi langit itu terlalu tinggi buat kita. Dan tangga yang bisa kita pakai diulurkan pada sepertiga akhir malam.

Mintalah baik-baik kepada Allah, minta izinNya, dengan lembut, dengan khusyuk. Dan bila Allah telah memberikannya, ucapkan syukur kepadaNya.

Mendekati adzan Subuh, bawalah ia –apa-apa yang kita minta itu—turun kembali ke bumi, lalu ikutlah rukuk dan sujud bersama orang-orang yang shalat, dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya.

“BELUM DATANGKAH WAKTUNYA bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)….” (Al Hadid: 16)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: