Jutaan Orang Bertemu, Hanya Untuk Mengadu

Untuk anggota Quranic Enlightenment

Nur Arif Hidayatmo 04 Januari jam 8:52


Beberapa waktu yang lalu kami mendoakan pembaca Quranic Enlightenment semua agar dipilih oleh Allah diantara manusia seluruh bumi untuk bisa Umrah ke Dua Tanah Suci, Makkah dan Madinah bukan tanpa alasan. Kami mendoakan agar kita bisa diberangkatkan oleh Allah kesana di tengah-tengah semua keterbatasan kita agar kita semua bisa merasakan dan mengalami sendiri seperti apa rasanya SAAT DOA-DOA DIUCAPKAN DAN SAAT ITU JUGA ALLAH MENGABULKAN.

Kemarin Pakdhe dan Budhe-ku datang. Mereka telah pulang dari Haji. Mereka bercerita, tidak ada keinginan lain saat ke Tanah Suci kecuali hanya untuk beribadah saja. Jam 2 malam saat orang-orang kelelahan dan mereka beristirahat, beliau berdua bangun dan mulai berangkat ke Masjidil Haram agar bisa shalat Subuh tepat di depan Kabah. Dan itu dilakukan setiap hari. Setiap ada kesempatan berbuat baik, mereka berbuat baik.

5 juta orang berkumpul dalam satu waktu, dalam satu tempat. Beliau berdua tidak mengenal jalan-jalan di sana. Berdesak-desakan. Berjubel-jubel. Suatu saat ada tas salah seorang anggota rombongan yang berisi perlengkapan haji tertinggal. Pemiliknya sudah pasrah, sebab ibadah harus terus berjalan. Tapi tidak dengan Pakdhe-ku.

Beliau berpamitan dengan istrinya. Bagaimana pun beliau harus menolong jamaah itu. Sekian kilo beliau berjalan, ajaib, sampai juga beliau di hotel. Padahal beliau tidak kenal jalan-jalan di sana dan papan-papan penunjuk arah di sana menggunakan bahasa arab yang gundul, tanpa harakat. Ternyata benar tas itu tertinggal di hotel, disimpan di front office. Setelah itu beliau berjalan lagi dan sampailah di tempat seluruh rombongannya berkumpul.

Semua itu seolah tidak mungkin. Bagimana bisa beliau bolak-balik dan menembus jutaan orang yang memadati jalan-jalan? Tapi seluruh kebaikan terus beliau intai. Jika kebaikan muncul, beliau langsung merebutnya dengan cepat.

Akhirnya seluruh ibadah haji selesai. Pakdhe-ku ingin jalan-jalan. Dan tempat yang ingin dilihatnya adalah Pekuburan Baqi’. Lalu beliau sampai di sana. Setelah lama berada di sana, muncul rasa lapar. Tapi beliau tidak membawa bekal makanan apapun.

Hatinya berbisik: “Andai ada makanan….”

Tiba-tiba ada orang yang memegang tangannya. Lalu menuntunnya ke sebuah tempat. Disana ada istri dari orang itu, dan ada beberapa orang lain lagi. Pakdhe-ku menanyainya dengan Bahasa Inggris. Dan orang itu bisa berbahasa Inggris. Mereka berasal dari Pakistan.

Ajaib! Rupanya di tempat itu ia disuruh untuk makan dengan makanan-makanan yang enak-enak bersama mereka!!!

Setelah selesai makan dan mengucapkan terima kasih, beliau pamit pulang. 5 menit beliau berjalan meninggalkan Pekuburan Baqi’, beliau menengok lagi ke arah orang-orang yang berkumpul tadi yang memberinya makanan. Dan ternyata tidak ada siapapun di tempat tadi!!!

Pakdhe-ku menangis. Siapa yang Mendengar doa bisikan hatinya tadi? Siapa yang memberinya makan barusan?

“….setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” (Al Imraan: 37)

Itulah sensasi dimana doa meski baru tergetar di dalam hati saja sudah dikabulkan oleh Allah Subhaanahu wata’ala.

***

Tanggal 23 Desember 2009 seluruh Jawa Tengah melihat semua pengumuman hasil tes CPNS melalui surat kabar dan internet. Setelah bertanya-tanya dan melihat di internet, salah seorang peserta tes kecewa karena namanya tidak ada di sana. Ia lalu mengirimkan pesan pendek kepadaku. Isinya kekecewaan.

Mengapa doa-doa temannya yang haji, juga doa-doa di shalat-shalat malamnya tidak dikabulkan Allah? Aku biarkan saja ia selama beberapa jam tidak aku balas. Setelah sekian jam, dan aku pikir kemarahannya sudah reda, aku baru membalas pesan pendeknya:

“NANTI MALAM, MULAI LAGI TAHAJJUD-TAHAJJUDNYA UNTUK MENDAPATKAN PNS TAHUN DEPAN.”

Sebelah utara rumahku persis ada anak yang lolos, diterima menjadi PNS. Aku tanya kepada Ibunya, “Berapa lama ia mulai tahajjud sehingga ia lolos menjadi PNS?”

Ibunya menjawab bahwa anaknya itu mulai tahajjudnya sejak ia lulus kuliah. Ternyata ia mulai MEMINTA kepada Allah agar diberi kedudukan PNS sejak 1 tahun yang lalu!!!

Ia lewati malam demi malam. Pekan demi pekan. Dan bulan-demi bulan. Dan akhirnya genaplah bilangan-bilangan hari itu penuh dengan rangkaian doa-doanya yang indah. Hingga Allah pun akhirnya mengabulkannya.

Sultan Muhammad Al Fatih Murad (Sultan Mehmed II), ketika kecil ingin sekali menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur (Konstantinopel). Padahal itu adalah sebuah IMPIAN YANG MUSTAHIL di saat itu. Sebuah Kekaisaran yang tidak mungkin terkalahkan. Sangat kuat dan kokoh.

Tapi keinginan Sultan Al Fatih sudah bulat. Ketika ia menginjak akil baligh, IA MEMULAI TAHAJJUD-TAHAJJUDNYA. Tidak ia tinggalkan satu malam pun kecuali ia bangun dan shalat. Tidak juga ia tinggalkan sejak saat itu shalat wajib dan shalat rawatibnya sampai ia meninggal.

Melewati lebih dari 3000 malam (10 tahun lebih) ia MEMINTA kepada Allah agar ia yang diberi anugerah itu. Akhirnya dengan membawa 250.000 tentara, 125.000 diantaranya adalah tentara yang sejak akil baligh juga tidak pernah meninggalkan tahajjud, ALLAH PUN AKHIRNYA MENGABULKAN DOA-DOANYA. Konstantinopel berhasil ditembus melalui Pintu Edirne. Dan impian-impian itu akhirnya terwujud!!!

Doa-doa dan permintaan-permintaan kita kepada Allah akan selalu terwujud. Tidak ada doa-doa yang tidak didengar dan tidak dikabulkan Allah. karena KUNCINYA ternyata hanyalah pada WAKTU.

Lihatlah kisah-kisah nyata di atas. Tahajjud 1 tahun akhirnya Allah menganugerahi kedudukan PNS. Tahajud lebih dari 10 tahun, akhirnya Kekaisaran Romawi Timur berhasil dibebaskan. Dan posting beberapa episode kita yang lalu, dimana temanku meminta pasangan hidupnya kepada Allah, dan ia meraihnya melalui tahajjud-tahajjudnya selama 2 tahun.

Rasulullah SAW bersabda “Doa hamba PASTI DIKABULKAN selama tidak berdoa untuk sebuah dosa atau pemutusan silaturahim dan SELAMA TIDAK TERGESA-GESA”. Seseorang bertanya “Wahai Rasulullah, BAGAIMANA TERGESA-GESA ITU?” Beliau SAW menerangkan, “Berkata, ‘SAYA SUDAH BERDOA TETAPI BELUM JUGA DIKABUL’, KECEWA LALU BERHENTI BERDOA” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Ralat episode lalu: Fatimah Istri Umar bin Abdul Aziz bukan putri dari Sulaiman bin Abdul Malik. Melainkan Abdul Malik bin Marwan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: