Bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah (1)

Untuk anggota Quranic Enlightenment
Nur Arif Hidayatmo 01 Februari jam 8:50


Dari Ibn ‘Abbas RA., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya aku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, BILA KAMU MEMINTA, MAKA MINTALAH KEPADA ALLAH DAN BILA KAMU MINTA TOLONG, MAKA MINTA TOLONGLAH KEPADA ALLAH.

Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. at Turmudzy, dia berkata, ‘Hadits Hasan Shahih’. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad)

Aku memiliki seorang teman. Suatu sore ia bercerita sebuah kisah yang penuh dengan nuansa ke-tauhid-an kepada Allah.

Saat itu istrinya masih sendiri. Suatu malam sebuah keluarga datang ke rumahnya, bertemu dengan orang tuanya. Maksud keluarga itu adalah ingin menanyakan kesediaannya bila mereka akan melamarnya untuk anak laki-lakinya, dia setuju atau tidak. Sesuatu berkecamuk di dalam hatinya. Malam itu dia belum bisa memberi jawaban. Ia meminta waktu.

Rupanya bukan anak laki-laki dari keluarga itu yang diinginkannya. Dia menginginkan seorang laki-laki yang kriterianya sudah ada di dalam hatinya. Tapi apa mau dikata, takdir seorang perempuan –menurut sebagian orang—adalah takdir yang tidak bisa ditolak. Konon mereka tidak boleh memilih. Mereka harus menerima saja segala apa yang harus terjadi.

Malam itu hatinya gundah. Ia menangis.

Saat itulah dia tersadar bahwa ada Allah yang Memegang Seluruh Kejadian di Langit dan di Bumi. Maka hanya kepadaNya-lah dia harus mengadukan segalanya. Segala apa yang akan ia hadapi.

Esoknya, saat waktu-waktunya luang, ia pergi ke mushalla. Ia bermunajat di sana. Ia terus menyebut nama Allah dan meminta pertolonganNya. Dan itu terus ia lakukan di setiap waktu-waktu kosongnya.

Apakah munajatnya meminta pertolongan Allah itu akan berhasil? Apakah Allah mendengar doa-doanya? Apakah Allah benar-benar mendatangkan seorang laki-laki yang memenuhi kriteria-kriterianya?

Suatu sore ia bermunajat lagi di mushalla. Dan rupanya itu adalah harinya yang ditakdirkan Allah.

Pada sore yang sama, Allah menggerakkan kaki seorang laki-laki yang memiliki kriteria-kriteria itu untuk pergi menuju mushalla itu. Laki-laki itu pun tidak tahu kalau sore itu bakal menjadi harinya ia akan bertemu dengan takdir pasangan hidupnya yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Semua perkara pasti akan bertemu, untuk sebuah urusan yang telah dikehendaki-Nya.

Saat ia berada di dalam mushalla, ia mendengar ada suara isakan tangis. Rupanya ada seorang perempuan yang sedang bermunajat kepada Allah dengan beruraian air mata. Laki-laki itu pun bertanya, mengapa dia berada di mushalla sendirian dan apa yang terjadi sehingga ia menangis.

Perempuan itu pun menceritakan semuanya, dan ia pun bercerita bahwa ia sebenarnya menginginkan laki-laki yang kriterianya sudah ia miliki sejak lama di dalam hatinya. Anehnya, laki-laki itu bertanya,

“Bila aku dan keluargaku yang datang menemui orang tuamu, apakah akan diterima? Apakah kriteria-kriteria itu ada di dalam diriku?”

Perempuan itu terdiam. Ia pun tidak sadar kalau rupanya Allah telah mengirimkan orang yang memenuhi kriterianya itu, di sore itu. Di mushalla itu. Saat itulah ia berkali-kali bersyukur kepada Penciptanya yang Teramat Penyayang dan menjadi benar bahwa hanya Allah-lah Tuhan yang kepadaNya kita harus meminta dan pasti akan dikabulkan!!!

Sore itu ia pulang ke rumahnya dengan perasaan penuh syukur. Dan di sore itu, munajatnya berakhir. Saat ini mereka berdua sudah menikah. Sudah sekian tahun yang lalu. Dan bila kalian masih belum percaya dengan cerita ini, mungkin suatu saat aku akan mengantar kalian menuju rumahnya dan bertemu dengan mereka.

Dahulu kala ada seorang ulama. Ia memiliki seorang sahaya perempuan yang selama ini membantunya menulis teks-teks. Sampai suatu hari, ulama ini merenung. Ia mulai sadar bahwa rupanya di dalam hatinya mulai muncul perasaan suka kepada sahaya-nya ini. Tapi ulama ini fakir. Ia tidak tega.

Suatu hari sahaya-nya ini ia antar ke sebuah daerah yang jauh dari daerahnya. Ia berikan sahaya-nya itu kepada orang baik yang ada di daerah itu. Lalu ia pulang.

Hati dan perasaan memang tidak bisa dibohongi. Saat sudah tidak ada yang membantunya lagi, ia teringat dengan sahaya-nya itu. Lalu dia pun menangis. Tapi apa mau dikata, sahaya-nya itu sudah ia berikan kepada orang baik yang jauh dari daerahnya.

Sejak hari itu, tidak mudah baginya menjalani hari-harinya. Tapi ia adalah ulama. Maka tidak ada yang ia sebut kecuali Nama Allah. Dan ia pun terus meminta rahmat-Nya dalam urusan ini. Pada suatu malam, pada saat ia bermunajat, ia berucap,

“ANDAI SAHAYA ITU BISA AKU TEBUS DENGAN SELURUH HARTA YANG AKU MILIKI, MAKA IA AKAN AKU TEBUS….”

Di malam itu pintunya diketuk oleh orang. Dan saat dibuka, ulama itu terkejut sebab sahaya itu ada di sana, diantar oleh orang baik yang pernah diserahinya dulu. Orang baik itu kemudian berkata bahwa ia datang untuk mengembalikan sahaya itu kepadanya. Bukan main kegembiraan yang ada di dalam hatinya bahwa Allah yang ia seru Nama-Nya setiap saat mendengar bisikan hatinya. Lalu ia pun masuk mengumpulkan seluruh barang kekayaan yang dimilikinya dan diserahkan kepada orang baik itu. Tapi ia menolak!!!

Rupanya suatu malam orang baik itu bermimpi. Dalam mimpinya ada suara yang ia dengar,

“BILA ENGKAU RIDHA MENGEMBALIKAN SAHAYA INI KEPADA ULAMA ITU, MAKA MUDAH-MUDAHAN KELAK ENGKAU AKAN DIBERI SURGA OLEH ALLAH.”

Rupanya orang baik itu menginginkan surga, karena itu ia menolak semua tebusan itu….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: