Menjaganya dengan sebaik-baik penjagaan (1)

Untuk anggota Quranic Enlightenment
Nur Arif Hidayatmo 15 Februari jam 7:52


Para penghafal Al Quran, mereka adalah teladan yang baik bagi kita dalam berdoa, berlindung, dan meminta.

Musibah besar yang menimpa mereka adalah hilangnya hafalan dari apa-apa yang pernah mereka hafal. Lalu mengapa hafalan mereka bisa terus terjaga sepanjang usia mereka?

Andai kita tahu, itu adalah buah dari kerja keras mereka menjaganya. Mereka menjaganya dengan sebaik-baik penjagaan, dan mereka melindunginya dengan sebaik-baik perlindungan.

Karena musibah hilangnya hafalan adalah musibah yang besar bagi mereka, MAKA TIDAK ADA TEMPAT BAGI MEREKA UNTUK BERLINDUNG DARI MUSIBAH ITU KECUALI HANYA KEPADA ALLAH!!!

Para Penghafal Al Quran itu rupanya BERLINDUNG KEPADA ALLAH dengan menangis di waktu-waktu sahur. Mereka berdiri di hadapan Allah, di dalam mihrab-mihrab mereka, berlindung dengan harapan yang sangat besar. Lalu Allah pun mengabulkan permintaan mereka, menjaga hafalan mereka dari lupa atau hilangnya satu per satu dari dalam dada mereka.

Ali radhiyallahu ‘anhu suatu hari mengadu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Al Quran yang pernah dikuasainya dan tersimpan di dalam hatinya telah lepas.

Tirmidzi dan Hakim meriwayatkan bahwa setelah mendengar itu Nabi bersabda:

“Jika tiba malam Jumat, jika sanggup bangun pada sepertiga malam yang akhir, maka itulah saat yang disaksikan. Berdoa di saat itu akan dikabulkan. Sesungguhnya saudaraku Ya’qub ‘alaihissalaam saat berkata kepada anak-anaknya, ‘Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku…’, ia senantiasa mengucapkannya hingga tiba malam Jumat.

Namun jika kamu tidak sanggup, maka bangunlah dipertengahan malam, namun jika kamu tidak sanggup, maka bangunlah di awal malam lalu shalatlah empat rakaat.

Rakaat pertama bacalah Al Fatihah dan Yasin, rakaat kedua bacalah Al Fatihah dan Ad Dukhan, rakaat ketiga bacalah Al Fatihah dan as Sajdah, dan rakaat keempat bacalah Al Mulk,

Dan setelah selesai membaca tasyahud, PUJILAH ALLAH DAN PERBAIKILAH SANJUNGAN KEPADANYA, BERSHALAWATLAH KEPADAKU DAN KEPADA SELURUH NABI DAN MOHONKANLAH AMPUN UNTUK KAUM MUKMININ DAN MUKMINAT….(lalu Nabi mengajarinya sebuah doa yang panjang)

Wahai Abul Hasan (Ali), sebaiknya kamu melakukan hal ini selama tiga atau lima atau tujuh Jumat, niscaya akan dikabulkan atas izin Allah.”

Setelah lima atau tujuh Jumat, Ali menghadap Nabi lagi dan mengatakan bahwa jika sebelumnya ia menghafal empat ayat atau yang sepadan dengan itu, keempat-empatnya hilang. Namun sejak saat itu, bila ia mempelajari empat puluh ayat atau yang sepadan dengan itu atau menghafal hadits, tanpa ada satu huruf pun yang menyimpang.

Mendengar itu Nabi bersabda: “Demi Tuhan (Pemilik) Ka’bah, Abul Hasan (Ali) adalah orang yang beriman.”

Berulang-ulang di forum ini, kami mencoba memaparkan satu demi satu betapa ajaib-nya sepertiga akhir malam untuk berdoa. Untuk meminta. Kepada Pencipta kita Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Hanya demi memohon perlindungan agar hafalan-hafalan yang pernah dihafal itu tidak lepas, atau lupa, atau hilang dari dalam dada, mereka lewati malam demi malam untuk HANYA memohon perlindungan atas musibah itu. 7 kali malam Jumat atau hampir setara mendekati 2 bulan, mereka berdiri, rukuk dan sujud, di dalam mihrab-mihrab mereka.

Mudah-mudahan kita pun bisa mencontohnya, selalu menanti-nanti datangnya malam Jumat, lalu bangun di sepertiga akhir malamnya, kemudian berlindung dan berdoa…hanya kepada Pencipta kita Yang Maha Penyayang.

Pertanyaan:
Tapi kami belum hafal surat Yaasin, Ad Dukhan, As Sajdah, dan Al Mulk, lalu bagaimana caranya?

Bila itu memberatkan, maka bacalah surat apa-apa yang mudah, yang telah kita kuasai.

Namun jika ingin mencoba dengan cara kami, milikilah Al Quran yang tidak terlalu besar, yang cukup ringan untuk kita pegang menggunakan satu tangan, yang satu juz-nya terdiri dari 8, 9, atau 10 lembar.

Batasilah atau tandailah masing-masing surat di atas, di rakaat pertama bacalah surat Yaasin, pada lembar yang sudah kita batasi atau tandai, baca sampai selesai, dan seterusnya, bershalatlah sambil membaca Al Quran yang kita pegang di tangan kanan kita….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: