Menjaganya dengan sebaik-baik penjagaan (2)

Nur Arif Hidayatmo 22 Februari jam 6:48


Perjalanan Ibrahim membawa istrinya Hajar dan anak yang sangat dicintainya yaitu Ismail menuju lembah yang tidak bertuan, tidak ada sumber makanan dan minuman, serta tidak ada seorang pun yang tinggal di sana, ternyata adalah sebuah skenario Allah yang sangat kokoh, yang telah melintasi abad-abad yang sangat panjang.

Ada skenario yang tidak terduga atau terbayangkan sebelumnya, karena ternyata salah satu tujuan Allah meletakkan Hajar dan Ismail di lembah itu adalah untuk MENJAGA DAN MELINDUNGI AL QURAN.

Tidak mungkin Allah berbuat KEJAM kepada keluarga Ibrahim. Bagaimana bisa Allah tega menyuruh Ibrahim meninggalkan keluarga yang sangat dicintainya ke tempat yang tidak ada makanan? Apakah Allah ingin membinasakan mereka berdua?

Rupanya semua itu adalah takdir yang sangat indah.

Allah telah memerintahkan Jibril untuk menggali ZAM-ZAM sebagai penyediaan Allah untuk minum Ismail. Dan setelah air itu memancar, disauknyalah air itu oleh Ibunda Ismail dengan tangannya, lalu diminumkannya kepadanya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda setelah beliau meminum air dari sumur Zam-zam: “IA PENUH BERKAH, IA ADALAH MAKANAN YANG MENGENYANGI DAN OBAT BAGI PENYAKIT”. Dan Jibril mencuci hati Rasulullah Saw pada malam Isra’ adalah dengan air sumur itu.

Dalam riwayat yang lain: “Sebaik-baik air di muka bumi ini adalah air Zam-zam. Ia merupakan makanan yang mengenyangi, dan terhadap penyakit ia mengobati.”

DENGAN ZAM-ZAM, ALLAH TELAH MELINDUNGI AL QURAN
Sebagian Para Penghafal Al Quran telah menggunakan air Zam-zam untuk menjaga hafalan mereka.

Seorang penghafal Al Quran yang bernama Ibnu Hajar Al ‘Asqalani pada suatu saat pernah meminum air Zam-zam lalu pada saat meminumnya ia BERNIAT agar Allah memberinya KEMAHIRAN dalam Ilmu Hadits. Dan ia benar-benar diberi oleh Allah KEMAHIRAN itu.

Imam Suyuthi, saat ia meminum air Zam-zam, ia MEMINTA kepada Allah agar diberi KEMAHIRAN dalam Ilmu Fiqh dan Ilmu Hadits. Dan Allah benar-benar menganugerahinya dua kemahiran itu.

Dan seorang Penghafal Al Quran dan seorang ahli dalam Ilmu Qira’at yang bernama Ibnu Al Jazri, ternyata keahlian yang dimilikinya itu diberikan Allah kepadanya karena ayahnya pernah meminum air Zam-zam LALU BERNIAT SEMOGA ALLAH MENGARUNIAINYA SEORANG ANAK YANG CERDAS.

Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam sendiri yang mengajari kita:

“AIR ZAM-ZAM ITU TERGANTUNG KEPADA NIAT UNTUK APA IA DIMINUM.”

Bahkan dalam riwayat yang lain:

“AIR TELAGA ZAM-ZAM ITU TERGANTUNG KEPADA APA YANG DITUJU SAAT MEMINUMNYA. JIKA KAMU MEMINUMNYA AGAR DISEMBUHKAN, MAKA AKAN DISEMBUHKAN OLEH ALLAH. JIKA MEMINUMNYA ITU SUPAYA DIKENYANGKAN OLEH ALLAH, MAKA AKAN DIKENYANGKAN OLEH ALLAH. DAN JIKA KAMU MEMINUM AGAR HAUSMU DILENYAPKAN, MAKA AKAN DILENYAPKAN OLEH ALLAH. DAN IA ADALAH HASIL GALIAN JIBRIL, DAN PENYEDIAAN ALLAH BUAT MINUM ISMAIL.”

Dan dari keterangan-keterangan inilah, sebagian Para Penghafal Al Quran mengikhlaskan niat mereka saat meminum Zam-zam, agar Allah memudahkan, menjaga, dan merawat hafalan Al Quran yang ada di dalam dada mereka. Lalu Allah pun benar-benar menjaga hafalan Al Quran mereka. Yahya bin Abdur Razzaq Ghautsani, pernah menceritakannya kepada kita.

Teringatlah aku dengan Abdullah Ibnul Mubaarak, saat ia teringat sabda Nabi: “AIR TELAGA ZAM-ZAM ITU TERGANTUNG KEPADA APA YANG DITUJU SAAT MEMINUMNYA…”, ia pun meminumnya dengan niat agar dengan meminum Zam-zam itu, kelak Allah akan melenyapkan hausnya pada hari kiamat.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: