Inilah Tali Yang Telah Mengikat Kita Dalam Ukhuwah Fillah

Quranic Enlightenment

Ukhtina Fillah 28 Februari jam 15:09 Balas
Salah satu istilah yang digunakan dalam Al-Qur’an Al-Karim untuk menyebut agama islam adalah tali(Al-Habl).[K.H.Choer Affandi,Laa Tahzan Innalloha Ma’ana].
Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala;
“Dan berpeganglah kamu semua kepada tali(agama) Alloh,dan janganlah kamu bercerai berai..”[QS.Ali-‘Imran(3):103]
Sedang islam sendiri sebagaimana dijelaskan oleh Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam;
“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah Rosul Alloh,menegakan sholat,menunaikan zakat,berpuasa di bulan ramadhan dan engkau menunaikan haji jika kau mampu melakukannya”[HR.Muslim]

Tali berfungsi untuk mengikat dan mengumpulkan yang berserakan.Begitujuga dengan agama islam,ia berfungsi menyatukan manusia(ummat islam) dalam ukhuwah(islamiyah).
Ibarat sapu lidi yang diikat dalam satu ikatan untuk membersihkan halaman dan mengumpulkan sampah yang berserakan.Begitu juga halnya agama islam,ia adalah pengikat dan pemersatu antara ummat islam yang satu dengan ummat islam yang lain.

Perumpamaan ikatan hubungan itu diantaranya,
“…Kecintaaan mereka,kasih sayang mereka,dan keakraban mereka seperti satu badan,jika salah satu anggota badan sakit maka seluruh anggota badan tidak bisa tidur,demam”[Muttafaqun ‘Alaih]
“…Seperti bangunan ,dimana sebagiannya menguatkan sebagian yang lain”[Muttafaqun ‘Alaih]

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman;
“Sesungguhnyaorang-orang mu’min itu bersaudara..”[QS.Al-Hujurat(49):10]
segala pertikaian,permusuhan,dan perpecahan ditengah ummat adalah ulah syetan la’natulloh untuk menyesatkan manusia.sebagaimana janji yang telah mereka(syetan) ucap dalam dialog dengan Alloh:
“..Karena Engkau telah menghukum saya tersesat,maka saya benar-benar akan (menghalangi)mereka dari jalan engkau yang lurus…”[QS.Al-A’raaf(7);16-17]

Syetan itu bagaikan srigala yang selalu siap mengintai mangsa,jika mangsa terpisah dari jama’ah maka semakin mudahlah ia diterkam.

Lazimnya tali itu bersifat lentur dan kuat,begitu pula dengan agama islam ini.Agama yang telah dirihoi-Nya,sebagai pengikat agar manusia selamat di dunia dan di akhirat.
kelenturannya terletak pada kemudahan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya,
“Dan Dia tidak sekali-kali menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”[QS.Al-Hajj(22):78]

Rosululloh bersabda;
“ingatlah,sungguh aku telah dituruni (diberi) Al-Qur’an dan yang serupa dengan Al-Qur’an(sunnah Rosul)”
“..karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk..”[HR.Tirmidzi]

“..Apa yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah..”[QS.Al-Hasyr(50):7]

Laa hawla walaa quwwata illaa billah

  1. Assalamualaikum Warrahmatullah…
    Info yang bagus neh, Syukron Katsiroo…
    Salam kenal..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: