Malaikat pun ikut menjaganya

Nur Arif Hidayatmo 01 Maret jam 8:28

Al Quran benar-benar terjaga dari setiap sisi. Tidak ada satu huruf pun yang hilang semenjak ia diturunkan. Tersimpan di Lauhul Mahfuzh, nilainya tinggi, dan mengandung hikmah.

“Bahkan (yang didustakan mereka itu) ialah Al Quran yang mulia, YANG TERSIMPAN DALAM LAUHUL MAKHFUZH.” (Al Buruj [Gugusan Bintang]: 21-22)

Perjalanan penurunan Al Quran dari Lauhul Makhfuzh bukanlah perjalanan biasa, melainkan itu adalah sebuah perjalanan yang besar. Perjalanan yang sangat kokoh.

Lihatlah riwayat berikut, betapa menggetarkannya saat Al Quran itu turun. Langit bergemuruh, pintu-pintunya membuka.

“Rasulullah duduk bersama Jibril, TIBA-TIBA MENDENGAR SUARA GEMURUH DI ATASNYA, maka Jibril melihat ke atas langit, lalu berkata, ‘ITU PINTU LANGIT TELAH TERBUKA, belum pernah dibuka sama sekali’…..” (riwayat penurunan surat Al Fatihah).

Anda masih belum tergetar dan ingin tahu yang jauh lebih besar dari itu?

Dalam sebuah riwayat, tiap satu ayat yang diturunkan, ayat itu dikawal oleh 80 MALAIKAT!!!!

“Surat Al Baqarah bagaikan PUNGGUNG AL QURAN dan PUNCAKNYA, TURUN BERSAMA TIAP AYAT 80 MALAIKAT, dan DIAMBILKAN AYAT KURSI DARI BAWAH ARSY untuk disambung di dalamnya. Dan surat Yasin bagaikan JANTUNG AL QURAN, tiada seorang yang membaca Yasin dengan Ikhlas karena Allah dan mengharap pahala akhirat melainkan pasti diampunkan baginya, dan bacakan Yasin pada orang matimu (akan mati).” (riwayat Ahmad)

Betapa mulianya Al Quran. Saat masih ada di kawasan langit, Allah memerintahkan para penduduk langit untuk menjaganya.

Dan begitu telah sampai di bumi, Allah pun memilih sekian banyak HATI dari hati yang dimiliki oleh penduduk bumi, sebagai tempat untuk menyimpan Al Quran.

Itulah HATI yang dipilih oleh Allah. Hati yang kokoh. Hati yang suci. Hati yang terjaga. Dan itulah HATI yang dimiliki oleh Para Penghafal Al Quran.

HATI mereka bukan lagi menjadi HATI yang biasa. Tetapi HATI yang diberkahi.

Orang-orang yang ikhlas menjadikan hatinya sebagai tempat untuk menjaga dan menyimpan Al Quran, berbeda kedudukannya dibandingkan hati yang bentuknya sama yang dimiliki oleh seluruh penduduk bumi.

Mereka diangkat. Mereka diberkahi. Mereka dijaga. Dan kepemimpinan akan diserahkan kepada mereka.

“Hendaklah yang menjadi pemimpin kalian adalah orang yang paling banyak hafalan Al Qurannya.” (dalam riwayat Bukhari)

Di jaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pernah turun ke dalam liang lahad dan beliau sendiri yang mendahulukan memasukkan jenazah Para Panghafal Al Quran dibandingkan jenazah yang lain.

Karena tidak ada yang lebih mulia dibandingkan Al Quran, beliau pun ridha manakala seorang sahabatnya menjadikan hafalan Al Quran-nya sebagai mahar dalam pernikahannya.

Kedudukan mereka di bumi selalu dimuliakan dibandingkan kita. Mereka diangkat oleh Allah di atas kedudukan kita.

Bukan karena apa-apa. Melainkan karena hati mereka yang menjadi mulia dibandingkan hati kita. Karena hati mereka berbeda dengan hati kita.

Mereka ikhlas menghamparkan hati mereka sebagai tempat untuk menyimpan Al Quran. Karena itulah Allah senantiasa memuliakan mereka di langit dan di bumi. Di dunia dan di akhirat.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: