Anak Kita Suatu Hari

Hermawan Prasojo 18 Maret jam 6:22 Reply

Saat saya, istri, dan anak saya yang baru berusia dua tahun bermain, tiba-tiba muncul pertanyaan ‘iseng’ dari saya kepada istri “Bunda, nanti waktu anak kita menikah seperti apa ya?”. Istri saya hanya tersenyum. Akan tetapi tiba-tiba seperti ada yang menghentak saya. Bukan tentang masalah anak menikah, akan tetapi sebuah kesadaran bahwa anak kita berubah setiap hari. Ia bertambah besar, bertambah pengetahuannya, dan suatu hari ia menjadi seseorang, bahkan menjadi seseorang yang usianya seperti kita saat ini. Seperti apakah ia saat itu, saat sudah dewasa itu?

Saya jadi teringat, nasehat ‘Ali bin Abi Thalib yang dikutip oleh M. Faudhil Adhim dalam salah satu kolomnya di majalah fahma “DIDIKLAH ANAKMU DENGAN KESUNGGUHAN KARENA IA AKAN HIDUP BERBEDA DENGAN ZAMANMU”.
Menurut M. Faudhil Adhim, ada tiga hal yang dapat kita petik dari nasihat Ali Bin Abi Thalib tersebut :

PERTAMA, Kita berikan kepada mereka, anak-anak kita pendidikan terbaik, sehingga mereka memiliki bekal ilmu untuk hidup. Sesungguhnya segala sesuatu ada ilmunya, dan jalan untuk mengantarkan ilmu kepada mereka adalah pendidikan. Sekedar pengajaran tidak membuat mereka berilmu, melainkan pengetahuan belaka. Sementara pengetahuan tidak memberi bekal untuk menentukan langkah bagi jiwa yang mati

KEDUA, Kita didik mereka dengan kesungguhansehingga apa yang kita tanamkan pada diri mereka benar-benar membekas. Tanpa kesungguhan, yang mudah melakukannya saja bisa berantakan. Apalagi yang sulit. Tetapi dengan kesungguhan, kesulitan insyaAlloh bisa teratasi dengan seizin Alloh SWT

KETIGA, Pendidikan yang kita berikan dengan penuh kesungguhan kepada mereka itu adalah dalam rangka mengantarkan anak-anak kita untuk hidup di zamannya; zaman yang bukan zaman kita. Ini berarti, pendidikan yang kita berikan kepada anak harus visioner. Kita persiapkan mereka untuk mampu memberi warna bagi zamannya. Untuk itu kita harus tanamkan dasar-dasar berpengetahuan dan keyakinan yang kuat. Dua hal inilah yang memudahkan mereka untuk menggunakan keterampilan, pengetahuan dan ilmu untuk mengarifi hidup dan mengolahnya agar menjadi sarana menegakkan kalimat Alloh di muka bumi
Semoga tulisan M. Faudhil Adhim ini bisa bermanfaat

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: