Saat keputus-asaan semakin menghebat, ucapkan “Hamdalah”

Segala pujian bagi Allah, Senin ini kami bisa berbagi lagi dengan teman-teman di Quranic Enlightenment. Kami berdoa semoga Anda senantiasa dilimpahi kebahagiaan dari Sisi Allah, yang memenuhi seluruh penjuru hati Anda.

Dari awal pertemuan kita, bahasan kita berputar pada “Bagaimana mendapatkan apa yang kita inginkan dengan meminta kepada Allah.” Cara-cara itu sudah kami sampaikan. Dan Anda kami yakin sudah mencobanya.

Tapi mungkin ada yang bertanya, “Mengapa aku belum berhasil? Mengapa aku semakin berputus-asa? Apakah Allah tidak mendengar doa-doaku?”

Mungkin Anda sudah menghitung, sudah 300-an malam Anda bangun tertatih-tatih pada sepertiga akhir malam, mengangkat kedua tangan Anda meminta dengan merendahkan diri kepada Allah, tapi mengapa apa yang Anda minta belum juga diberi?

Mungkin Anda juga sudah menghitung, semua kekayaan Anda sudah habis Anda sedekahkan semuanya untuk MENARIK PERTOLONGAN ALLAH agar ia segera turun pada masalah yang sedang Anda hadapi. Tapi mengapa seolah pertolongan itu belum juga datang?

Semua kebaikan sudah Anda lakukan dalam waktu yang lama, tapi mengapa Rahmat Allah belum hadir diantara permasalahan-permasalahan Anda? Dan mungkin kesabaran yang ada di hati Anda sekarang, adalah kesabaran terakhir, dari kesabaran-kesabaran yang anda miliki. Andai kesabaran itu masih ada lagi, saya pun yakin, Anda pasti akan menggunakan kesabaran itu untuk kembali bertahan.

Jika keputus-asaan semakin menghebat, dan belum ada tanda-tanda bahwa pertolongan akan datang, maka tinggal satu-satunya cara yang bisa kita lakukan: MEMASRAHKAN SEGALA URUSAN KEPADA ALLAH, SAMBIL TERUS MENERUS MENSYUKURI KESEMPITAN HIDUP YANG SEDANG ANDA ALAMI.

Saat hati anda masih sesak dengan apa yang terjadi, atau saat masih belum percaya dengan apa yang telah terjadi, SYUKURI semuanya!!!

Hadirkan semua kepahitan, musibah, ujian, keputus-asaan, ketidakberdayaan, tanpa harapan, tanpa daya Anda, lalu ucapkanlah kepada Tuhanmu Yang Maha Penyayang:

“Untuk semua hal ini yaa Allah, terimalah syukur kami.” Lalu ucapkanlah hamdalah…

Orang biasa beryukur dengan anugerah, karunia  dan nikmat, DAN KITA AKAN MELAKUKAN YANG LEBIH ISTIMEWA DARI ITU:

“Anugerah maupun musibah, AKAN KITA SYUKURI!!!”

Karena kedua hal itu tidak ada bedanya lagi. Kedua-duanya datang dari Sisi Allah Yang Maha Pengasih lagi Yang Maha penyayang.

Ucapkanlah “Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin” berulang-ulang atas musibah yang sedang Anda alami. Syukuri.

Atau yang lebih dahsyat lagi, ungkapkan syukur itu dengan shalat-shalat 2 rakaat.

Bangunlah dan katakanlah kepada Allah, “Ya Allah, terimalah dua rakaat ini sebagai ungkapan SYUKUR dan TERIMA KASIHKU atas MUSIBAH yang hamba alami ini.” Kerjakan sampai selesai.

Jika masih ingin terus bersyukur, bangun lagi. Kerjakan lagi 2 rakaat. Dan terus kerjakan shalat-shalat itu sampai kedua kaki kita tidak mampu lagi untuk menopang tubuh kita.

Saat kita sudah tidak bisa lagi bangun untuk berdiri menghadap Allah, sampaikan kepada Allah,

“Andai kaki-kaki ini masih bisa menopang tubuh kami yaa Rabb, kami ingin terus BERSYUKUR kepadaMu dengan shalat-shalat 2 rakaat, untuk musibah-musibah ini…tapi kaki-kaki ini mulai kelelahan… dan Engkaulah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: