Bersyukur bukan kelemahan, keputus-asaan, atau jalan buntu

Segala Puji bagi Allah, karena Dia adalah Tuhan Semesta Alam.

Betapa bahagianya hati kami bahwa tulisan-tulisan kami mendapatkan respon, baik itu KRITIK maupun RESPON-RESPON YANG BAIK.

Tidak terkecuali, posting rutin kami Senin kemarin (22/03), “Saat keputus-asaan semakin menghebat, ucapkan “Hamdalah” .”

Kami pun menyadari bahwa media ini adalah “Quranic Enlightenment”, sebuah media yang mencoba untuk membawakan pencerahan-pencerahan dari Al Quran, tapi dimana Al Quran-nya dari posting-posting terakhir kami?

Kami hanya mencoba membisikkan kepada seluruh pembaca Quranic Enlightenment dengan tulisan-tulisan itu agar “jangan berputus-asa”, karena:

Ya’qub mengajari anak-anaknya:

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan JANGAN KAMU BERPUTUS ASA dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan KAUM YANG KAFIR.” (Yusuf:87)

Allah pun Mengumumkan:

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az Zumar:53)

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka BERPUTUS ASA dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (Asy Syuura:28)

Saat Nabi Ibrahim merasa mustahil memiliki anak karena ia semakin tua dan belum dikaruniai keturunan, Malaikat berkata:

“Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang BERPUTUS ASA.”(Al Hijr:55)

Lalu Ibrahim berkata:

“Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang BERPUTUS ASA dari rahmat Tuhan-nya, kecuali ORANG-ORANG YANG SESAT.”.” (Al Hijr:56)

Perintah untuk jangan BERPUTUS-ASA yang kami gaungkan lagi akhir-akhir ini bukanlah perintah-perintah kami. Tapi itu adalah perintah-perintah yang telah turun melewati lapisan tujuh langit. Semua itu berasal dari Sisi Tuhan kita Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Lalu tentang SYUKUR saat terkena musibah, apakah itu ada dalam Literatur Ulama?

Tulisan yang membahas tentang SYUKUR yang terdokumentasi dengan baik, dan akhir-akhir ini menjadi sumber inspirasi masyarakat besar dunia adalah buku yang dicetak tahun 1910, “The Science of Getting Rich.” Sebuah pengetahuan yang DISEMBUNYIKAN SELAMA BERABAD-ABAD, dan tidak boleh ada yang mengetahuinya kecuali segolongan kecil dari sekelompok masyarakat. Itulah yang saat ini dikenal sebagai “The Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik)” dan “The Law of Gratitude (Hukum Bersyukur)”.

“Hanya” dengan ber-SYUKUR dan berterima kasih, orang bisa mendapatkan segala apa yang mereka inginkan. Pada Chapter 7 dari buku “The Science of Getting Rich” ada “Bab Gratitude” (terima kasih/ perasaan syukur):

“The Law of Gratitude is the natural principel that ACTION and REACTION are ALWAYS EQUAL, and in opposite directions.”

(Hukum Perasaan Syukur adalah sebuah prinsip alami bahwa Aksi dan Reaksi akan selalu SAMA, dalam arah yang berlawanan).

“Many people who order their lives rightly in all other ways are kept in poverty by their lack of gratitude. having received one gift from God, they cut the wires wich connect them with Him by failing to make acknowledgement.”

(Banyak orang yang menginginkan kebaikan dalam segala hal dalam kehidupannya, mereka tetap MISKIN, dikarenakan kurangnya RASA SYUKUR. SETELAH MEREKA MENERIMA ANUGERAH DARI TUHAN, mereka memotong tali/ kawat/ kabel yang menghubungkan mereka dengan Dia, dengan kegagalan mereka membuat pengakuan (SYUKUR) bahwa semua itu berasal dari Dia.)

Rhonda Byrne yang terinspirasi dengan dengan buku ini kemudian menulis buku “The Secret”. Dan dia menulis dalam Sub Bab “Proses Penuh Daya dari Perasaan Syukur”:

“SYUKUR adalah jalan yang mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup Anda.”

“Apapun yang kita PIKIRKAN DAN SYUKURI, kita akan MENDAPATKANNYA LAGI.”

“MUSTAHIL mendatangkan lebih banyak hal ke dalam hidup Anda, jika Anda Tidak merasa bersyukur dengan apa yang sudah anda miliki.”

“BERSYUKUR SETIAP HARI adalah SALAH SATU SYARAT untuk MENDATANGKAN KEKAYAAN.”

Erbe Sentanu dan Para Pejuang Ikhlas, setiap hari mereka terus melatih MENGUNGKAPKAN Rasa Syukur pada apapun kondisi mereka. Dan syukur mereka habis-habisan. Kondisi yang buruk, sakit, melarat. penuh kekecewaan, mereka syukuri semuanya. Mereka bilang:

“Cobalah pahami, semua sudah Kehendak Allah, syukuri Kehendak-Nya, berterimakasih atas kejadian yang Anda anggap ‘tidak baik’. Saya jamin, justru akan semakin membaik kehidupan Anda jika malah disyukuri.”

Dr. Ahmad Faridh menulis “Tazkiyat An Nufus”, yang menghimpun tulisan dan pendapat Imam Ibnu Rajab Al Hambali, Al Hafidz Ibnul Qayyim Al Jauziyyah, dan Imam Ghazali, pada Bab 12; SYUKUR, beliau menulis:

“Allah menjadikan tambahan NIKMAT bergantung kepada SYUKUR. Dan tambahan tersebut tidak ada habisnya. Sebagaimana berSYUKUR juga tidak ada putusnya.”

“Dan ketika Iblis musuh Allah, mengetahui bahwa SYUKUR adalah sikap yang paling utama, MAKA IA BERUPAYA KERAS MENGHALANGI MANUSIA AGAR TIDAK BERSYUKUR.”

“SYUKUR itu melanggengkan nikmat, bahkan menambahnya.”

Ummu Salamah itu wanita yang beruntung, ia memiliki suami yang sangat baik akhlaknya dan menyayanginya. Lalu suaminya itu meninggal dunia. Dia pun mengharap kepada Allah ganti yang lebih baik, tapi mungkinkah orang itu ada?

Datanglah kepadanya seorang laki-laki ingin menikahinya. Tapi benarkah laki-laki itu mengungguli kebaikan suaminya?

Ternyata tidak ada yang bisa mengungguli kebaikan laki-laki ini. Karena dia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu waktu Ummu salamah bertanya kepada Nabi, setelah ia menjadi istri beliau:

“Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki, lalu dia meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”

“Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, siapa diantara mereka yang AKHLAKNYA paling bagus.”

Lalu Ummu Salamah berkata: “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya LELAKI inilah (Muhammad) yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku  di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya (kelak di surga).”

Dan tahukah kita, Ummu Salamah adalah orang yang suka sekali BERSYUKUR.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: