Begitu Berartinya Hidup Kita Saat Bersamanya(Al-Qur’an dan Sunnah)

Segala puji bagi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala,dzat yang telah menurunkan kitabullah(Al-Qur’an Al-Karim) kepada hamba-Nya.Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam,keluarga dan para sahabatnya.
Al-Qur’an itu adalah “Bacaan sempurna”,maka sebagai seorang mu’min kita patut bangga dan berbahagia karena dapat hidup bersamanya,baik dengan menghafal,membaca,mendengarkan atau merenungkannya.
“Katakanlah seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Qur’an ini,maka tidak akan berhasil menyusun semacamnya,walaupun mereka bekerja sama”[QS.Al-Israa'(17):88]

Di tengah jalan perjuangan untuk meraih ridho-Nya,mungkin sering kita temui kerikil tajam ataupun batu sandungan,namun Robb yang Maha Suci telah menyediakan Al-Qur’an sebagai buku panduan dan sumber solusi paling tepat untuk mengatasinya.
“Dan Alloh telah menurunkan Al-Kitab dan Al-Hikmah kepadamu,apa yang belum kamu ketahui.Dan karunia Alloh atasmu adalah sangat besar”[QS.An-Nisaa'(4):13]

Sudah menjadi sunnatulloh,bahwa kehidupan manusia selalu dihiasi kebahagiaan dan kesedihan,kelapangan dan kesempitan,dan semacamnya.Ya..!dua hal berbeda yang bersebelahan sebagai bukti keadilan dan kasih sayang-Nya.begitulah seni kehidupan,yang keindahannya hanya dapat dipandang dan dirasakan dengan kaca mata ‘iman,islam dan ihsan’.

Ketika seorang mu’min lalai menjaga ‘kebersihan’ maka dia harus bersiap untuk kedatangan ‘penyakit’,namun tidaklah Alloh menciptakan suatu penyakit melainkan Dia sediakan pula obatnya.
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”[QS.Al-Israa'(17):82].

Mungkin suatu ketika kita pernah menangis karena disakiti hamba-Nya,atau mungkin air yang jatuh dari kelopak mata kita terjadi karena membaca buku,menonton televisi,atau mendengarkan musik,yang kesemuanya itu hanya memanjakan pesimisme.Maka kita harus berfikir lagi dan belajar dari para ulama salaf pendahulu kita,bagaimana mereka menumpahkan air mata.
“Ketika mendengarkan Al-Qur’an,air mata mereka mengalir.Kulit mereka gemetar sebagaimana yang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala puji tentang sifat mereka”[HR.Bayhaqi dari Asma’ dari ‘Urwah bin Zubair].
Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh yang Maha Pemurah kepada mereka,maka mereka menyungkur dan bersujud sambil menangis”[QS.Mariyam(19):58].

Agama itu adalah nasihat,
“Bagi Alloh,kitab-Nya,Rosul-Nya,para pemimpin kaum muslimin dan bagi kaum muslimin pada umumnya”[HR.Muslim dari Abi Ruqayah Tamim bin aus Ad-Darimi]

Marilah kita bersama-sama mengingat sumpah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ashr,
“Demi masa,sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh,dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran'[QS.103:1-3].

Firman Alloh dalam sebuah hadits qudsi,
“Wahai hamba-Ku kamu semua tersesat,kecuali yang kuberi petunjuk.oleh karena itu mintalah petunjuk kepada-Ku.niscaya Aku memberikannya kepadamu”[HR.Muslim]

Alloh tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia,dan tidaklah pula Dia menciptakan sesuatu melainkan dalam keadaan tawazun(seimbang).

Begitu besar ni’mat iman dan islam yang telah dianugrahkan-Nya,begitu berartinya hidup kita saat bersamanya(Al-Qur’an),bersama kalam-kalam indah dari Robb yang Maha Suci.dan mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Rosul-Nya(As-Sunnah).

Hasbunalloh wani’mal wakiil ni’mal mawla wani’mannashiir

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: